Hei! Kau yang sedang menjulurkan lidah padaku itu. Yang disampingmu tertulis rumus maha dashyat yang telah kau temukan itu. E = mc² itu. Arrghh.. seolah-olah. Seolah-olah sekarang ini, jam 4 pagi ini, pagi yang dingin ini, seolah-olah kamu keluar dari buku diktat kimia dan mengejekku dengan berkata:
“Ketika saya tidak mempunyai persoalan khusus yang harus dipecahkan oleh pikiran saya, saya sering mengumpulkan dan menyusun kembali bukti-bukti teorema matematika dan fisika yang telah lama saya kenal. Tidak ada maksud dan tujuan lain; itu semata hanyalah kesempatan bagi saya untuk terus memenuhi kesenangan dan kebutuhan berpikir”.
”Hei!! Kau menghinaku? Seolah-olah dari tadi saya diam itu karena saya telah mengerti semua apa yang saya pelajari? Seolah-olah yang saya lakukan ini karena saya mempunyai waktu yang amat luang?”
“Lalu?”
“Saat ini entah kenapa saya seharusnya belajar kimia, dan nanti itu, beberapa jam lagi, adalah Latihan Ujian Nasional putaran pertama MKKS Jogja, dan kau pikir saya telah mengerti semua materi semua ini? Semua yang ada tertulis di SKL ini? Argghh.. Chemist is the worst nightmare for me!!”
“Jangan pernah menganggap belajar sebagai suatu kewajiban, tetapi anggaplah ia sebagai suatu kesempatan untuk membebaskan diri dalam mempelajari keindahan alam da kehidupan.”
“Fvck! Kau pikir kau tahu bagaimana sistem pembelajaran Indonesia saat ini? Kau pikir saya mengerti apa yang saya pelajari? Kau pikir saya mengerti untuk apa saya mempelajari ini semua, kalau tidak lain tujuannya hanyalah agar saya lulus UAN dan diterima di UM? Baca entri selengkapnya »



Komentar Terakhir