Cerita Budi si Anak Buruk Rupa

25 09 2008

Adalah seorang anak bernama Budi, yang mempunyai wajah nan buruk rupa. Banyak teman-teman yang tidak suka kepadanya. Bahkan guru-guru juga. Bahkan sampai orangtuanya juga. Bahkan setiap orang yang melihatnya juga. Semua benci kepadanya. Semua benci Budi. Maka, dikala mereka sedang ingin melampiaskan amarah, Budi lah objek favorit mereka. Maka dikala Budi dikerjai, dijahili, dinakali oleh teman-temannya, maka tak ada yang ingin menolongnya waktu itu. Oh kasian Budi. Padahal sebenarnya ia memiliki hati yang baik.

Dan pada suatu hari, Nina, anak kaya raya itu, anak pak Joni juragan minyak itu, diculiklah ia oleh seorang penculik. Tidak ada yang berani menolongnya karena penculik itu membawa senjata. Tidak ada, kecuali Budi. Maka Budi berpikir, mungkin inlah kesempatan untuknya agar semua orang tahu bahwa aku adalah anak yang baik, yang berhati suci, yang tidak pernah melakukan perbuatan dosa, yang heroik, yang romantis, dan lain-lain yang lain. Maka ia pun menyusun rencana untuk melawan penculik itu. Rencanapun sudah tersusun dan ia siap untuk berangkat. Apa itu rencananya? Ia akan gunakan wajah buruk rupanya untuk menakut-nakuti penculik itu. Dan berhasil. Penculik itu lari ketakutan dan Nina berhasil diselamtkan. Tapi kawan, ternyata Nina masih saja tidak suka dengan kehadiran Budi. Juga teman-temannya. Juga keluarganya. Maka setelah itu, Budi pun tidak memiliki teman selamanya.

TAMAT





Cerita Si Anjing Kecil

25 09 2008

Pada suatu hari, Budi mengajak anjing kecilnya jalan-jalan di jalan raya. Jelas bukan ditengahnya, tapi dipinggirnya. Budi sebelah kanan dan anjing kecilnya di sebelah kiri. Tiba-tiba, tanpa ia sadari, tanpa ia tahu, agak jauh di belakang anjing kecilnya berjalan, adalah sebuah mobil berkecepatan tinggi, melaju kencang bagai orang dikejar kreditur. Dan maka, terjadilah sebuah kecelakaaan maha dashyat. Mobil itu menabrak si anjing yang berada di kiri itu. Tapi Budi tidak, karena Budi ada di kanan. Maka, dibawalah anjing itu ke rumah sakit. Tapi terlambat, kawan. Anjing itu mati. Mati dan tidak akan bisa hidup lagi.

Alhamdulillah.. kata Budi. Berarti dengan kematian anjing itu, berarti Budi tidak akan digigit lagi olehnya. Tidak juga najis olehnya. Terimakasih ya Allah telah mematikan anjingku, kata Budi dalam hati.

TAMAT