Alhamdulillah

27 04 2009

ugm





Filosofi Reaksi Fusi

16 12 2008

Jangan merasa hidup terselubungi kegelapan,

Kamu hidup di alam terang benderang

Jangan kamu meratapi keputusasaan,

Pada alam ini terdapat sejuta harapan

Jangan kamu berjalan pada kegelapan,

Pada alam ini terdapat matahari





IDUL FITRI 2008 MASEHI

8 10 2008

Saat itu adalah saat hari pada saat tarawih ramadhan terakhir. Saat itu adalah ketika saya sedang melakukan aktifitas yang bernama buka bersama di rumah Topek, bersama beberapa kawan. Saat itu sudah sekitar pukul 7 lebih malam, dan sholat isya’ berjamaah sudah selesai dijalankan. Dan orang itu, yang gendut itu, yang saya dan kawan-kawan bicarakan karena perawakan tubuhnya yang gendut, dan rambutnya yang jabrik, dan kaosnya yang berwarna merah itu, dan berperawakan mirip dengan adik kelas saya, sudah selesai membacakan informasi tentang jumlah perolehan infaq selama bulan ramadhan di mesjid itu. Dan maka setelah itu adalah bapak yang tadi memimpin sholat itu naik ke mimbar dan berkhutbah. Berkhutbah tentang ini dan tentang itu. Dan kebetulan saya mendengarkan apa yang beliau sampaikan. Sampai saat terakhir beliau berkata begini,

“…Yang kita ucapkan setelah sholat ied itu seharusnya bukannya minal aidzin wal faidzin, tetapi seharusnya adalah TAQABALALLAHU MINNA WA MINKUM, karena itu artinya berarti adalah kita saling mendoakan agar kita dipertemukan lagi dengan ramadhan yang akan datang. Baru setelah itu kita mengucapkan MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN….(dst)”

Jadi begitulah kira-kira wahai pembaca. Maka dari itu, walau agak telat, saya ucapkan dan mohonkan juga kepada anda :

TAQBALALLAHU MINNA WA MINKUM.. TAQABLALLAHU YA KARIIM.. MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN.. MOHON MAAF LAHIR BATIN!” ^^