Bye!

Ini blog galau tentu. Dibaca-baca isinya juga cuma tulisan galau, dan beberapa tulisan pendakian yang menurut saya sih keren. Sebenarnya kalau dibilang sudah lama tidak baca ya nggak juga sih. Kadang-kadang saya masih suka buka kok buat sekedar narsis dalam berpikir: “keren juga ya saya bisa bikin tulisan begini”. Yang lalu menjadi sadar dan malu bahwa tulisan-tulisan ini kok isinya kebanyakan galau dan berantakan ketika dibandingkan dengan teman-teman lain saat ber-blogwalking.

Hem hem dan ketika berkunjung lagi, kok masih ada aja yang lihat. Haha, di statistik masih ada beberapa orang yang tiap hari nyangkut kesini. Yang punya aja nggak pernah buka. Jadi terharu. Lalu berpikir sepertinya sudah cukup. Sudah cukup deh. Blog ini menurut saya hanyalah representasi masa lalu. Dan masa lalu adalah ketika semua menjadi menyenangkan untuk dipikirkan hari ini, betapapun apapun yang terjadi ketika itu. Dan menyenangkan saja tidak akan cukup untuk menghadapi apa yang akan terjadi hari ini, dan besok, dan besoknya lagi. Lalalala semoga menyenangkan menjadi milik diri kita masing-masing.

Selamat tinggal  sleeplessstudent.wordpress.com, dan berbagai objek yang menjadi bulan-bulanan di dalamnya. Semoga kita baik-baik saja. Senang untuk dapat berbagi disini.

Terimakasih :)

PS:
blog ini berhenti posting sampai disini saja, terimakasih untuk yang sudah berkunjung :)
tulisan-tulisan dan apapun akan berpindah ke theperpetualavalanche.blogspot.com

Tinggalkan komentar

ups!

Tinggalkan komentar

di suatu sudut di desa Gathas

“…mencintai itu, kadang mengumpulkan segala tabiat menyebalkan dari seseorang yang engkau cintai, memakinya, merasa tak sanggup lagi menjadi yang terbaik untuk dirinya, dan berpikir tak ada lagi jalan kembali, tapi tetap saja engkau tidak sanggup benar-benar meniggalkannya”

(Kashva, dari buku Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan)

Tinggalkan komentar

Blur

Sepertinya ada yang terbiasa untuk membuat hati menjadi terluka. Atau tertawa. Atau sedih. Atau galau karena salah jurusan. Atau pusing karena besok masih ujian. Atau lapar karena malas makan. Atau yang lain. Tapi setidaknya, alam tidak hanya diciptakan untuk itu saja. Karena banyak warna dan spektrum dalam panjang gelombang yang banyak dan ratusan ribu nanometer. Seperti yang sudah kamu bahas kemarin-kemarin. Seperti halnya kita yang semoga akan selalu senang hati.

Adalah kamu yang aku tahu sebenarnya takut menghadapi lingkungan yang baru. Yang masih bisa-bisanya bisa dibilang pemalu, selain juga sekaligus malu-maluin. Apa kabarmu sekarang? Apakah masih ada rasa kangen yang katanya dulu ada tiap hari? Sepertinya tidak. Seperti sudah tidak minat untuk bertanya bagaimana hari ini dan berucap selamat malam dengan manis dalam  sebuah perpisahan ketika saling berbalas layanan pesan singkat sebelum aku tidur dan berharap menemuimu di pulau kapuk.

Aku tidak tahu, itu sebabnya aku memikirkanmu tiap hari. Tetapi tetap menjadi diriku sendiri, yang malu untuk memulai kembali sebuah percakapan. Kamu bilang bahwa aku salah, tapi aku bilang kamu juga. Kamu pikir kamu yang paling benar? Sementara aku tahu kamu adalah dirimu yang masih ingin bebas kemana pun kamu mau pergi. Yang juga dengan itu jadi merasa bebas pergi dengan semua-semua yang aku tidak tahu siapa, yang membuatku serasa menjadi api yang muncul dari gas elpiji 3 kilogram yang baru saja meledak karena ceroboh.

Aku hanya diam ketika kamu berkata bahwa aku membosankan. Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Seperti aku mengerti tentang rangkaian ekivalen pada tegangan tinggi, aku dapat membaca aliran dalam otakmu yang rasanya ingin segera menendang hambatan yang sangat besar hingga menyebabkan dia yang bernama arus tidak mendapati dirinya yang berlari dengan maksimal. Hambatan yang bernama aku. Yang selalu saja kamu pikir membuat repot, yang aku juga tidak tahu kenapa mau-maunya kamu direpotin dengan tiap apa-apa yang aku juga menjadi repot itu. Aku tahu itu. Tetapi kamu tidak tahu, betapa aku memiliki masalah yang besar dengan diriku yang tidak bisa mengungkapkan perasaan seperti kamu yang selalu memandang bahwa itu mudah. Seperti kamu yang suka buat berkata apa susahnya? Susah banget wooiii!!

Setidaknya, dengan ini kamu dapat mengerti tentang diriku sebenarnya. Bahwa manusia adalah dirinya yang akan selalu kena masalah. Sebab dari masalah itulah kita menjadi dewasa. Sebab dari segalanya yang kita buat menjadi resah, segalanya akan berakhir menjadi manis pada suatu hari nanti 9 tahun 10 hari dari sekarang, pada saat nanti kita asik menyeruput kopi di pagi hari, dan iseng-iseng berpikir tentang masa lalu, bagaimanapun juga kita berakhir pada siapapun suatu saat nanti. Bagaimanapun aku akan menghidangkan kopi itu kepada siapa, apakah itu kamu atau orang lain? Dengan kepada kita yang akan mempunyai rumah yang baru dan nomer rekening bersama siapa kita tidak akan tahu. Bahwa kenangan adalah dia yang hanya akan bisa dikenang, tanpa bisa diulang. Bahwa setiap pertemuan adalah pasti berujung pada perpisahan, betapa perpisahan itu adalah bisa menjadi perpisahan yang manis dan berujung pada perasaan sedih dan lalu kangen, atau menjadi perpisahan yang pedih yang berakhir pada benci dan tidak kangen. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dengan mengetahuinya sehingga tidak ada perpisahan dengan kata-kata yang kasar, seandainya memang harus berpisah. Setidaknya, cinta adalah dia yang mengendap ke dalam ruh, ke dalam hati yang akan selalu terbawa kemanapun ujung dunia kita hinggap. Karena aku percaya hal itu dan berharap kamu juga.

Seandainya itu yang kamu pikirkan, dan seandainya hal itu mudah bagimu untuk kamu ucapkan padaku. Seandainya..

Sambil minum teh dan mendengarkan “Berlin”nya The Trees and The Wild

 

*btw, ini adalah postingan pertama di proyek rahasia kecuali kamu nemu sendiri

Tinggalkan komentar

fairy tale

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Bintang

Demi bintang yang bertebaran di langit malam ini, lupakan sajalah masa lalu. Biarkanlah mereka berlalu, seperti bintang yang bergerak sesuka hati. Jatuh sesuka hati. Mati sesuka hati.

Demi rasi yang dibentuk oleh garis imajinasi, bagaimana pun juga kita adalah konsekuensi dari satu pergerakan kecil di masa lalu. Dan mungkin, tidak ada hal yang dinamakan masa depan, karena satu detik yang lalu pun tak akan kembali meski kamu kejar sampai mati. Sama seperti SMS sepele yang dulu iseng kamu kirim 5 tahun lalu, yang menjadikan duniamu lalu berubah total sampai detik ini dan mungkin lebih. Sama seperti kamu yang lalu menjadi menyesal, seandainya kamu berpikir 5 detik lebih lama lagi, untuk lalu mengambil keputusan bahwa apa yang kamu lakukan itu norak dan kembali saja pada tugasmu, maka apa yang terjadi pada pergerakan dunia saat ini? Apakah bumi masih berotasi pada porosnya? Apakah anjing masih menggonggong dan kucing masih mengeong? Apa yang terjadi pada dunia parallel yang kau lalu rasakan dan kau tidak rasakan? Apa yang terjadi padamu?

Kamu masih punya kesempatan, ambil gunting, potong tali gantungan, dan kaburlah, menuju fajar yang selalu memancarkan harapan.

Tinggalkan komentar

Spektrum

“Ngapain sih kucing itu tuh? Hidup kok cuma lari-lari kesana-sini cari makan, kawin, punya anak, terus mati”

Itu ungkapan siapa lupa di Bul waktu lagi main-mainin si Damar, kucing yang entah kenapa betah nongkrong disana. Mungkin karena ada Mbak Jajan dan anak-anak lain penghuni B-21 selain Didi dan Tiwi, yang sama-sama kasihan terus suka kasih makan, jadi betah. Tapi berasa jadi semacam pengemis saja itu si Damar, tiap hari ngeong-ngeong minta makan, sampai kadang-kadang jadi tidak lucu lagi. Jadi berisik.

Iyae, kadang-kadang suka bingung. Nggak jelas ya hewan itu kalau hidup? Datar dan berasa tanpa masalah. Mungkin yang membedakan kita yang manusia ini dengan hewan adalah tujuan hidupnya. Manusia ditakdirkan punya akal dan pikiran, makanya suka mikir yang aneh-aneh, lalu timbul masalah yang aneh-aneh pula.

Galau?

Lihat sisi baiknya saja. Dunia ini luas. Seperti spektrum cahaya, bukan cuma mejikuhibiniu saja. Karena spektrum tidak cuma terbatas di 550-720nm.

Keluar! Jangan stagnan.

Tinggalkan komentar