Arsip untuk September, 2008

Cerita Budi si Anak Buruk Rupa

Adalah seorang anak bernama Budi, yang mempunyai wajah nan buruk rupa. Banyak teman-teman yang tidak suka kepadanya. Bahkan guru-guru juga. Bahkan sampai orangtuanya juga. Bahkan setiap orang yang melihatnya juga. Semua benci kepadanya. Semua benci Budi. Maka, dikala mereka sedang ingin melampiaskan amarah, Budi lah objek favorit mereka. Maka dikala Budi dikerjai, dijahili, dinakali oleh teman-temannya, maka tak ada yang ingin menolongnya waktu itu. Oh kasian Budi. Padahal sebenarnya ia memiliki hati yang baik.

Dan pada suatu hari, Nina, anak kaya raya itu, anak pak Joni juragan minyak itu, diculiklah ia oleh seorang penculik. Tidak ada yang berani menolongnya karena penculik itu membawa senjata. Tidak ada, kecuali Budi. Maka Budi berpikir, mungkin inlah kesempatan untuknya agar semua orang tahu bahwa aku adalah anak yang baik, yang berhati suci, yang tidak pernah melakukan perbuatan dosa, yang heroik, yang romantis, dan lain-lain yang lain. Maka ia pun menyusun rencana untuk melawan penculik itu. Rencanapun sudah tersusun dan ia siap untuk berangkat. Apa itu rencananya? Ia akan gunakan wajah buruk rupanya untuk menakut-nakuti penculik itu. Dan berhasil. Penculik itu lari ketakutan dan Nina berhasil diselamtkan. Tapi kawan, ternyata Nina masih saja tidak suka dengan kehadiran Budi. Juga teman-temannya. Juga keluarganya. Maka setelah itu, Budi pun tidak memiliki teman selamanya.

TAMAT

Tinggalkan komentar

Cerita Si Anjing Kecil

Pada suatu hari, Budi mengajak anjing kecilnya jalan-jalan di jalan raya. Jelas bukan ditengahnya, tapi dipinggirnya. Budi sebelah kanan dan anjing kecilnya di sebelah kiri. Tiba-tiba, tanpa ia sadari, tanpa ia tahu, agak jauh di belakang anjing kecilnya berjalan, adalah sebuah mobil berkecepatan tinggi, melaju kencang bagai orang dikejar kreditur. Dan maka, terjadilah sebuah kecelakaaan maha dashyat. Mobil itu menabrak si anjing yang berada di kiri itu. Tapi Budi tidak, karena Budi ada di kanan. Maka, dibawalah anjing itu ke rumah sakit. Tapi terlambat, kawan. Anjing itu mati. Mati dan tidak akan bisa hidup lagi.

Alhamdulillah.. kata Budi. Berarti dengan kematian anjing itu, berarti Budi tidak akan digigit lagi olehnya. Tidak juga najis olehnya. Terimakasih ya Allah telah mematikan anjingku, kata Budi dalam hati.

TAMAT

Tinggalkan komentar

Pendakian Lawu 21 – 23 April 2008

Itu adalah saya. Mendapati diri sedang berjalan menuju masjid nurul iman untuk sholat tarawih, sembari sempat melihat bulan. Bulan tanggal 15. Bulan yang benar-benar bulat penuh. Aduh, tiba-tiba jadi ingat Lawu. Gunung Lawu. Iya, yang letaknya di dekat Tawangmangu itu. Iya, yang katanya kalau dilihat dari Solo bentuknya seperti kepala manusia yang sedang tidur itu. Iya, yang para pendaki itu sering mendaki gunung ini. Iya, yang puncaknya bernama Hargodumilah itu. Iya, Lawu yang itu.

Maka, jika diingat-ingat lagi, pendakian saya di Lawu untuk yang pertama kali adalah dimulai ketika saya dan kawan-kawan mendapati libur sekolah selama 3 hari. Itu libur UAN. Libur khusus bagi para pelajar SMA yang bukan kelas XII, karena para anak kelas XII terserbut harus sedang berperang melawan UAN saat itu. Tapi kami tidak, karena kami masih kelas XI. Dan karena UAN bukan urusan kami, maka kami pun sibuk mencari urusan kami. Maka setelah diskusi dengan kawan-kawan, maka Lawu-lah tempat kami, para anggota vachera, untuk menghabiskan 3 hari libur tersebut. Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Jalan Kota Pelajar

Setiap hari pasti begini. Sampai malas saya lakukan. Tapi apa boleh buat? Ini memang sudah tuntutan profesi. Tak ada yang bisa menghentikan. Hanya lulus dari SMA yang mungkin bisa menghentikan. Bicara apa sih ini? Nggak jelas!

Ini, saya sedang bicara, atau menulis, tentang jalan raya. Jalan antara Perumahan Griya Purwa Asri sampai dengan SMA N 2 Yogyakarta. Jalan yang setiap hari mau tidak mau harus mau saya lewati supaya dapat mencapai sekolah, menuntut ilmu, bertemu dengan teman-teman, bertemu dengan ibu kantin, bertemu dengan bapak satpam, bertemu dengan bapak-bapak dan ibu-ibu guru, bertemu dengan guru fisika, kimia, matematika, dan biologi, bertemu dengan banyak orang. Ini mau sekolah atau Cuma mau ketemuan? Sebenarnya banyak sekali rute yang dapat diambil. Bisa lewat jalur alternatif jogja magelang, nanti tembus lewat jalan magelang, lalu ambil selatan. Atau bisa juga lewat jalan ring road utara, sama juga nanti tembus lewat jalan magelang. Atau kalau mau bisa juga bisa memotong lewat jalan geyajan, lewat UGM, lalu lewat perempatan Jetis yang akhirnya juga sampai di jalan magelang. Atau yang setiap hari saya lewati yaitu lewat jalan solo, yang akhirnya tidak lewat jalan magelang, tetapi lewat pingit, lalu diteruskan lewat pertigaan jatikencana, lurus sedikit , lalu ambil utara di dekat pom bensin jalan Bener. Itu sekolah saya, utara ASMI. Di depan sekolah adalah sawah, juga di sampingnya, juga di belakangnya agak jauh. Alah, mewah sekali sekolah ini. Mepet sawah sekali. Baca entri selengkapnya »

2 Komentar

Just a Reminder

Apapun

Jika masih menggenggam semangat yang terus berkobar tanpa henti,

Jika tidak membiarkan malas menikmati hati,

Jika sungguh-sungguh menaruh harapan pada puncak tertinggi,

Jika benar-benar serius terhadap cita-cita yang kita tanamkan,

Jika benar-benar berusaha tanpa mengenal kata menyerah,

Jika benar-benar tawakal terhadap apa yang kita impikan,

Dan jika kita selalu berdoa kepada Allah SWT

Dan juga tak lupa untuk terus berikhtiar,

Maka jelas,

Tidak ada yang tidak mungkin!

Semangat terus!!!

HAJAR UAN UM SNM PTN and whatever whatever whatever it called!!!

=D

(ini adalah catatan pertama saat menginjakan kaki di kelas XII, dituliskan kembali sebagai pengingat dikala sedang jatuh, atau frustasi, atau stress, atau semacamnya)

2 Komentar

Pendakian Gunung Merapi, 17 – 18 Agustus 2008

Kala itu adalah tanggal 17 Agustus. Tahunnya tahun 2008. Di SMA 2 telah selesai diadakan upacara bendera memperingati kemerdekaan Indonesia yang telah sudah dikumandangkan 63 tahun yang lalu. Seperti yangt terjadi pada sekolah-sekolah menengah atas pada umumnya, SMA kami pun juga begitu. Begitu ramai. Begitu tidak peduli dengan apa yang disampaikan oleh bapak kepala sekolah. Begitu tidak khidmat. Begitu sembrono. Begitu sangat sembrono. Dan saya juga pun sudah tentu termasuklah orang-orang yang juga begitu. Ini wajar karena memang jujur saja kami tak mengerti apa itu arti sebenarnya kemerdekaan. Yang mungkin kami tahu hanya begitu lahir, tau-tau negeri ini sudah merdeka. Tinggal kita nikmati dengan senikmat-nikmatnya. Begitu bukan? Astaghfirullah… Demi kebaikan Indonesia, maka janganlah engkau berpikir begitu kawan. Kasian mereka yang sudah susah-susah memerdekaan negeri kita.

Alkisah, pada hari itu saya sudah kelas XII SMA. Sudah senior. Petantang-petenteng kesana kemari tanpa kenal takut. Yes! Tapi apa ini? Di warung nasi bakar, saat saya sedang lahap memakan nasi bakar. HP berdering, tanda ada SMS masuk. Mas, aku ijin ke merapi ya? Ada 5 orang kelas XI yang mau ikut. 4 cewek sama 1 cowok.Ternyata ada SMS dari Fitri, salah satu anak vachera kelas XI. Vachera itu adalah organisasi (yang mengaku sebagai) pecinta alam smada. Tau jalan nggak? Kapan berangkat? Itu saya balas SMS dia. Sekarang dah mo brangkat, mau uwes takon-takon karo Si Sum. Rutene mengko cari info neng kono wae. Ya Allah, 5 anak ingusan ini mau berangkat ke Merapi tanpa pengetahuan yang cukup? Maka dari itu, karena terpaksa kasihan dan juga ingin mendaki Merapi lagi, saya SMS Fikar. Oke! Itu Fikar yang jawab. Oke. Maka singkat cerita, petualangan menuju Merapi untuk menyusul adik-adik kita, kita mulai dari sini. Maka singkat cerita kami sudah berada di Jalan Magelang menuju Basecamp Selo. Maka singkat cerita kami sudah berada di Base Camp Merapi. Maka singkat cerita kami tidak menemui mereka di Base Camp. Maka singkat cerita ternyata mereka sudah mendaki dahulu. Maka singkat cerita kami pun sholat ashar karena hari sudah sore. Maka singkat cerita kami melakukan persiapan untuk mendaki, yang secara umum disebut dengan packing. Maka singkat cerita, pendakian pun kami mulai. Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar