IDUL FITRI 2008 MASEHI


Saat itu adalah saat hari pada saat tarawih ramadhan terakhir. Saat itu adalah ketika saya sedang melakukan aktifitas yang bernama buka bersama di rumah Topek, bersama beberapa kawan. Saat itu sudah sekitar pukul 7 lebih malam, dan sholat isya’ berjamaah sudah selesai dijalankan. Dan orang itu, yang gendut itu, yang saya dan kawan-kawan bicarakan karena perawakan tubuhnya yang gendut, dan rambutnya yang jabrik, dan kaosnya yang berwarna merah itu, dan berperawakan mirip dengan adik kelas saya, sudah selesai membacakan informasi tentang jumlah perolehan infaq selama bulan ramadhan di mesjid itu. Dan maka setelah itu adalah bapak yang tadi memimpin sholat itu naik ke mimbar dan berkhutbah. Berkhutbah tentang ini dan tentang itu. Dan kebetulan saya mendengarkan apa yang beliau sampaikan. Sampai saat terakhir beliau berkata begini,

“…Yang kita ucapkan setelah sholat ied itu seharusnya bukannya minal aidzin wal faidzin, tetapi seharusnya adalah TAQABALALLAHU MINNA WA MINKUM, karena itu artinya berarti adalah kita saling mendoakan agar kita dipertemukan lagi dengan ramadhan yang akan datang. Baru setelah itu kita mengucapkan MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN….(dst)”

Jadi begitulah kira-kira wahai pembaca. Maka dari itu, walau agak telat, saya ucapkan dan mohonkan juga kepada anda :

TAQBALALLAHU MINNA WA MINKUM.. TAQABLALLAHU YA KARIIM.. MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN.. MOHON MAAF LAHIR BATIN!” ^^

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: