After 12 After Midnight


Dan pasti kamu tahu pada jam-jam seperti ini adalah suatu waktu yang menurut aku amat mengandung sesuatu seperti seolah-olah yang mereka sebut magis. Karena entah kenapa pada jam-jam ini, di saat beberapa dari kamu tertidur dengan lelap, bagi beberapa dari kamu yang lain, yang kebetulan bangun di tengah malam atau entah kenapa tidak tidur sedari tadi sore, dan tidak mengantuk, adalah suatu waktu dimana memori otak benar-benar dipenuhi oleh kejadian-kejadian masa lalu. Baik itu setahun, sebulan, sehari, atau bahkan beberapa waktu sebelum engkau akhirnya memutuskan untuk menulis sesuatu seperti ini.

Juga itulah yang terjadi padaku malam ini. Jika kamu bilang ini agak sedikit melankolis, aku bilang biarin. Karena memang itulah yang memang sedang aku pikirkan. Aku biarkan jari-jariku menari-nari di atas keyboard. Memutar kembali piringan hitam masa lalu. Biarlah mereka menari-nari tanpa terkendali karena memang aku tidak tahu akan menulis apa untuk kali ini. Dan kamu pasti sadar, bahwa mungkin baru kali ini aku menggunakan kata ganti “aku”, bukan “saya”. Biarin. Aku sedang ingin sedikit meniru mereka, pujangga angkatan 66 itu.

Dan jika kita masih mebicarakan tentang masa lalu, maka beberapa saat lalu, ketika saya menuliskan judul “After 12 After Midnight” ini, mungkin sudah terjadi beberapa peristiwa di luar sana. Mungkin saja di belahan Afrika sana, di suatu tempat di daerah pedalaman, terdapatlah seorang peneliti yang sedang dikejar babi hutan. Mungkin juga di suatu tempat di Italia, seorang pengemis sedang menemukan sebuah amplop coklat tebal yang ternyata berisikan uang jutaan Euro. Mungkin saja, di suatu tempat di Rumania, ada beberapa orang sedang melakukan uji riset terhadap reaksi fusi dan hampir berhasil. Atau mungkin juga di Castlevania benar-benar ada Vampire yang sedang menggigit leher seorang gadis bergolongan darah AB resus positif. Mungkin juga di Tokyo, di bawah selokan itu, ada setumpuk orang sedang mandi air selokan untuk suatu ritual tertentu, yang itu kamu tahu bahwa itu adalah perbuatan syirik. Mungkin saja sedang ada kasus pembantaian besar-besaran di Brazil. Mungkin juga di suatu tempat di Rusia, adalah seorang berhasil menciptakan homoniculus, hasil dari mutasi buatan gila-gilaan yang melibatkan pengubahan gen baik autosom ataupun gonosom manusia di dalam risetnya. Dan mungkin di Amerika sana, adalah seorang mabuk sedang mencari pelacur untuk ditiduri beberapa menit lagi setelah tulisan ini dibuat. Dan mungkin di Palestina sana, sedang berperanglah beberapa orang Mujahiddin dengan Zionis-zionis Israel. Dan mungkin di atas jembatan layang Janti, ada seseorang yang sedang membawa kamera DSLR, sedang memotret keindahan malam kota Jogja dengan kilau-kilau lampunya yang kuning temaram. Dan mungkin-mungkin yang lain yang tak akan ktia bersama ketahui.

Tetapi mungkin, dan semoga, dan mungkin, di banyak tempat di Indonesia, banyak anak-anak yang sedang menginjak kelas XII, sedang bangun dan sholat Tahajud untuk berdoa kepada Sang Penguasa Waktu agar supaya lulus dan diterima kepada universitas yang mereka ingini. Semoga begitu.

Begitu kecil keberadaan kita di bumi ini pasti kamu tahu. Tapi kamu kadang lupa dan mengira kamu tahu segalanya karena saat ini kamu merasa seolah-olah jarakmu dengan Amerika itu menyusut menjadi sepanjang jarak rumahmu menuju warnet dekat rumahmu. Dan kamu merasa kamu tahu akan segalanya karena kamu mengira seluruh peristiwa yang terjadi di dunia ini pasti tersiarkan di TV dan Koran dan Internet dan Google. Tapi nyatanya ternyata tidak. Berbagai kita ini pasti mempunyai kehidupan sendiri. Kamu merasa bahwa kamu adalah tokoh utama dalam kehidupan ini, padahal apa yang dilakukan oleh tetanggamu di samping rumahmu saat ini pun apa kamu tahu? Berbagai kita ini mempunyai kehidupan sendiri. Berbagai kita ini mempunya masalah tersendiri. Tak usahlah aku jabarkan seperti tadi. Tidak penting. Karena yang penting adalah bagaimana agar supaya kamu tak usah repot-repot untuk memikirkan arti hidup. Karena yang terpenting adalah bagaimana agar kamu menikmati kehidupan ini. Karena hidup adalah menikmati. Menikmati hidup yang sudah diberikan secara fantastis oleh Sang Pencipta. Walau kadang-kadang kamu masih juga bingung kenapa hanya planet Bumi ini saja yang ramai ditinggali berbagai macam makhluk. Dan kenapa juga ada manusia lain yang hidup disekililingmu. Karena hidup adalah menikmati. Menikmati dalam arti adalah bagaimana agar supaya kita dapa menikmati apa yang telah diberikan oleh Sang Penguasa Jagat, dan lalu menysukuriNya dengan cara menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Dan lalu mencari ridhoNya.

Ahh..

Ngantuk…

28 November 2008

01:49 AM

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: