Senandung Di Atas Awan


awan 1

Ini adalah kutipan omongan penyiar radio beberapa minggu yang lalu yang saya dengar di atas Merbabu, di pos II :

“Hidup adalah pengorbanan

Jika nggak mau berkorban, berarti kamu nggak mau hidup

Jika nggak mau hidup, mati saja kamu

Jika nggak mau mati, nggak usah hidup!”

Haha. Nggak nyambung!

Maka hirup saja udara segar ini kalau begitu. Rasukkan ke dalam tubuh. Rasakan apa saja yang terkandung. Buka jaketmu. Rasakan dinginnya. Hmm.. Disertai dengan bunyi radio handphone yang kemresek, dan secangkir kopi cofeemix yang dibuat apa adanya dengan air dari mata air Merbabu, sungguh nikmat pagi itu. Bahkan suara Charlie ST 12 atau Ryan D’Massive yang keluar dari mulut speaker radio ini pun terdengar begitu merdu di sini. Sembari menikmati hembusan angin dan awan yang naik ke atas dan menerpa muka dan tubuh sehingga menjadikannya sedikit basah. Dan memandangi pucuk Sindoro, Sumbing, dan Slamet di kejauhan sana yang terkadang tertutup awan. Dan jika tiba suatu waktu dimana awan yang naik sudah menutupi permukaan pos II ini, maka pemandangan pun akan berubah menjadi hanya putih belaka. Seolah-olah di depan sana itu hanyalah sebuah wallpaper putih belaka. Dan jika sinar matahari sudah mampu kembali menembus permukaan awan ini, dan membuat wallpaper putih tadi sirna, maka nikmatilah itu. Matikanlah radio dan dengarlah bunyi-bunyian ini. Tengoklah itu sedikit ke bawah, kepada air terjun yang kecil tetapi deras bunyinya di sela-sela tebing. Lihatlah itu monyet-monyet yang sedang kawin di atas pohon di agak jauh di sana. Kaookk…kaookk…! Pandanglah itu. Bukit di depanmu, di mana sekarang ini sudah sangat hijau, sudah beda sekali dengan dulu pada waktu pasca kebakaran. Pandanglah itu. Pohon-pohon yang begitu kecil tampak di matamu, tetapi besar sekali wujudnya jika kamu mendekati ke sana.

“Kalau misalnya aku di sana, seberapa besar diriku jika dilihat dari sini?”

Atau mungkin sangat kecil lebih tepat untuk kamu ucapkan.

Dan lihat awan itu. Bergumul begitu di depanmu, seolah-olah kamu ingin melompat ke sana, lalu menaikinya. Wah, pasti menyenangkan. Tapi sangat bodoh jika kamu lakukan itu karena tentu saja kamu akan jatuh.

Dan jika kamu sudah turun ke bawah, kembali ke kehidupan nyata. Tengoklah itu ke atas, kepada awan yang putih itu.

Waw! Betapa tingginya kita berada tadi. Jauh, jauh, jauh di atas awan.

awan2pos II Merbabu

awan3di atas awan

awan4kabut

2 Januari 2009

Iklan
  1. #1 by sambis on Mei 28, 2009 - 12:19 pm

    Hai, Salam Kenal
    sekedar membagi Informasi tentang penyewaan tenda dan alat-alat camping, pembuatan dan penjualan tenda,
    Berkemah, Camping, kemping, Even, Wisata Alam, Mabim, Outbound Training, Tenda Dome, Tenda Sarnafil atau Tenda Kerucut;
    silakan hubungi kami di http://www.tendaku.net atau http://www.mrcamp.net
    email : tendakubandung@yahoo.com
    thx..

  2. #2 by sleeplessstudent on Juli 17, 2009 - 4:16 pm

    mangga…

  3. #3 by kobeng on Desember 19, 2009 - 12:17 am

    akhir taon di tunggu di sono.

  4. #4 by sleeplessstudent on Desember 21, 2009 - 12:13 pm

    siapp grak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: