Kancil Insomnia dan Monyet Sulit Tidur


Kalau kamu pikir ini bercanda, maka kamu salah karena ini cerita ada benar. Setidaknya, ini saya karang buat biar jadi ada, biar kamu tahu kalau saya tidak berbohong mengatakan akan berdongeng seperti ini.

Pada suatu malam, di suatu hutan liar yang alhamdulillah tidak terjamah penebang liar—setidaknya belum karena kayu jatinya pasti akan mengundang jikalau para penebang-penebang liar itu tahu, ada seekor kancil yang entah kenapa malah merasa seolah-olah dia itu malah seperti kelelawar, nocturnal. Kalau kamu bertanya kenapa bisa terjadi hal seperti itu, jawabannya adalah karena Pak Tani sekarang sangat sibuk dengan mendengarkan kampanye dari bapak-bapak dan ibu calon presiden dan wakilnya yang sok-sokan menjunjung tinggi ekonomi kerakyatan dalam kampanye akhir-akhir ini, sehingga lupa akan ladangnya, sehingga timun pun mudah dicuri, sehingga mengakibatkan si kancil jadi tidak usah susah-susah kalau mau mencuri lagi, dan dengan kecerdikannya pada suatu hari dia mencuri semua timun yang ada, memasukkan ke dalam karung, membawa ke dalam rumahnya, dan menjadikan dia punya banyak stok makanan, sehingga dia benar-benar tidak perlu bekerja lagi, dan akhirnya menjadikan si kancil malas dan mudah tertidur pada siang hari karena tak perlulah ia susah mencuri, dan akhir-akhir ini malah bikin si kancil jadi suka tidak bisa tidur malam karena kebanyakan tidur siang.

Pada suatu malam (loh?), si kancil itu jalan-jalan keluyuran tidak jelas. Sekonyong-konyong dia berjalan, melihatlah dia ke arah balik semak-semak, ke lubang tempat tinggal kelinci. Itu lihat, si kelinci sedang tidur. Si kancil yang masih bangun malah merasa iri, cemburu karena itu kelinci bisa tidur dengan nyenyaknya. Dalam hati yang terdalam, dia pengen gangguin si kelinci. Pengen mukul drum yang ada di ruang samping, pengen bunyiin petasan yang tergantung di atas tempat tidurnya, pengen miscall Hpnya biar bunyi, pengen pecahkan saja gelasnya, biar ramai, biar gaduh sampai mengaduh. Tapi begitu lihat itu si kelinci lagi, jadi nggak tega. Dalam hati dia berpikir, pastilah si kelinci sedang bermimpi bagus sekarang, liat nafasnya itu teratur sekali. Semacam sedang tidur dalam keadaan REM level terendah. Mungkin sedang bermimpi pergi ke pabrik coklat Willy Wonka, makan coklat banyak-banyak, nyebur ke kolam coklat, biar gemuk. Biar jadi Pikachu.

Dia pergi dari itu lubang kelinci, menuju liang-liang pohon lain dan lihat hewan-hewan lain. Lihat kadal, lihat cicak, lihat harimau, lihat gajah, lihat anjing, lihat singa, lihat ular, lihat beo, lihat buaya, semua pada tidur dengan nyenyak. Seolah-olah dia Cuma sendiri di hutan ini. Tidak bung kancil, kamu tidak sendirian! Lihat itu anak-anak kelelawar sedang lihat film DVD. Lihat Batman. Tapi karena si kancil tidak tertarik dengan Batman yang Cuma ngandelin baju dan cawetnya yang diluar, mungkin biar dikira kayak Superman, maka si kancil pergi. Pergi mendaki gunung Merbabu.

Setelah sampai di pos 2, si kancil pun ada rasa capek. Tapi anehnya Cuma capek, bukan ngantuk. Aneh ya? Mungkin karena terlalu parah si kancil kena insomnia. Apa itu insomnia? Sebenarnya itu bukan penyakit, tapi semacam gejala tidak bisa tidur. Kamu bisa lihat di www.google.com untuk lebih jelasnya. Oiya, lihat itu kancil malah pergi ke sana, ke pralon di tengah-tengah pos 2, mau minum air. Haus mungkin karena perjalanan yang mendaki tadi. Tapi di sana, malah ketemu sama monyet. Kalau kamu mau tahu bagaimana teknisnya, begini, pertama-tama si kancil berjalan ke pralon itu, lalu minum, lalu ada suara ‘grusak’ begitu di belakang, dan tiba-tiba di belakang kancil tadi ada monyet. Mungkin terjatuh dari pohon. Maklum, malam itu rada berangin, jadi batang pohon ada sedikit goyang-goyang, bikin si monyet jadi jatuh dari pohon. Mungkin bisa disimpulkan jika monyet ternyata ada kesamaan dengan si tupai, yang juga jatuh juga walau sepandai-pandainya ia melompat. Kalau kamu setuju berarti kamu salah, Bung! Monyet tadi jatuh bukan karena melompat, tapi karena tidur!

Lalu apa yang terjadi setelah itu? Biasa-biasa saja. Cuma obrolan-obrolan biasa yang terjadi karena monyet itu juga jadi tidak bisa tidur setelah terjatuh dari pohon. Obrolan biasa di api unggun yang hangat, tentang kenapa juga mereka tidak bisa tidur padahal ini sudah jam 2 pagi. Bahkan lebih. Lihat itu di HP kamu Nyet, sudah jam setengah 3 lho? Tepatnya pukul 2.59. Tapi tunggu, kurangi dulu setengah jam karena aku tahu jam di HPmu kamu lebihkan setengah jam. Biar apa? Nggak papa, Cuma pengen aja. Seolah-olah ini berseni. Tapi wahai Monyet, bulan masih terang, bintang masih banyak dan sesekali jatuh karena seolah-olah sudah tidak kuat menahan beban hutang karena kerugian dari iklan layanan SMS REG<spasi>ZODIAK kirim ke 4545 yang ternyata tidak laku. Padahal tidak. Padahal itu adalah peristiwa dalam yang dapat dengan masuk akal bisa dijelaskan dalam ilmu astronomi.

Diam kau tak usah tertawa!!

Itu kata kancil, entah kepada siapa.

Tak terasa sudah hampir pagi. Monyet yang katanya susah tidur tadi malah sudah tidur. Sudah disuruh tidur lebih tepatnya sama si kancil karena takut kalau-kalau dia tidak seperti kancil yang sudah berkecukupan timun untuk dimakan. Takut kalau ternyata paginya ada perlu, semacam harus senam SKJ atau hal lain yang tidak perlu dibahas banyak-banyak. ZZzz….

Tamat! Tak usah repot-repot bertepuk tangan Tanzania, karena pasti kancil tidak akan dengar. Karena sudah sama-sama tidur. Tidur karena sama juga sudah mengantuk.

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: