Beberapa Lembar Kemudian


rusak//apanya?//kepala saya//sabar om//lha piye meneh jal?//kalau kata dia sih, jadilah seperti pohon Oak, berani menantang angin//tapi masalahnya, saya sendirilah angin itu!/semakin saya maju, semakin menambah besar angin yang harus saya hadapi//kalau begitu jadilah badai/berani menantang balik, berani membuat distorsi/menerbangkan sesuatu untuk kelangsungan hidup//seolah-olah, seperti waltz muram//
“Ku dilanda badai rindu
Oh logika lindungi aku
Beri aku amnesia
Ku tak mau ingat dia.”

(Dalam berbagai arti yang dengan itu semoga tidak bikin siapapun kamu ada rasa apapun, semoga tidak salah paham, ini tentang saya SAJA. Saya sendiri juga tidak suka dengan catatan ini karena agak sedikit berbau melankolis.)

nb: saya mengambil kata-kata dari Soe Hok Gie dan lirik lagu berjudul “Waltz Muram” dari Tika and The Dissident

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: