Arsip untuk Desember, 2009

Semacam Artwork Lagi

SMA lagi…

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Semacam Artwork

fisika vs kewarganegaraanHasil karya waktu SMA, menyenangkan sekali ketika tidak ada kerjaan di kelas, lalu mencoba menggambar beliau, para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Hahaha :D

Maafkan saya pak, andai saya sadar lebih cepat tentang apa yang mungkin bapak rasakan jikalau tahu bahwa setelah ini saya bikin, malah lalu disebar ke seantero penghuni kelas sampai semua pada tahu, dan saya tidak buang tapi mlah disimpan di binder hingga yang pinjem binder saya pasti tahu tentang ini, pasti sayaa…akan “sedikit” membuat bapak terlihat lebih keren lagi.

Hormat saya untuk bapak!

4 Komentar

Reportase 2009

Januari 2009

Saya lupa ngapain aja, tapi sepertinya masih senang-senang dengan kegiatan SMA. Oh, dulu kapan itu di masa lalu pernah sampai berpikir buat bikin kaos “I HATE SCHOOL! I RATHER DO ANYTHING THAN GO TO SCHOOL” karena terlalu muak dengan Matematika dan IPA. Tapi kelihatannya pada saat Januari itu keinginan tersebut luntur, seiring dengan semakin berpikir ke arah akhir menjadi seorang siswa SMA.

Februari 2009

Lagi-lagi lupa. Tapi kelihatannya sudah mulai sering banyak bertanya ke SSC tentang bagaimana pemcehana soal. Mulai lihat-lihat selebaran univeritas. Mulai iri karena sudah banyak yang diterima di universitas sedangkan saya pikir diri ini masih nol besar. Tryout UM sudah seperti menjadi keseharian tiap minggu. Oh, buku kenangan sudah mulai digarap. Kelas XII IA 5 saya sudah mulai foto-foto, dengan konsep yang, mungkin, amburadul. Biar begitu tetap saja ini indah, bagaimanapun juga kita dahulu.

Maret 2009

Ujian SIMAK UI akhirnya terjadi di bulan ini. Pembuktian besar pada apa yang kami semua para makhluk yang sedang menjalani kelas XII SMA tahun angkatan 2009 lakukan setahun ini. lalu bulan depannya adalah UM UGM dan UAN. Doa-doa mulai benar-benar digencarkan. Otak diperas habis-habisan, apalagi setelah menjalani semacam terapi shock sehabis SIMAK UI yang benar-benar gagal.

April 2009

UM UGM yang saya rasa manis karena saya untuk pertamakali bisa mantap dalam mengerjakan soal. Dan nyatanya subhanallah, saya tembus UGM jurusan fisika teknik. Alhamdulillah bagaimanapun juga. Tapi UJIAN AKHIR NASIONAL? pahiiitttt. Saya tak menyangkan bahwa soal-soalnya akan sesusah itu. Saya takut tidak lulus nantinya. Oh iya, ada sebuah hari yang menyenangkan, sehari setelah UM UGM.

Mei 2009

Masa-masa akhir SMA. Ujian praktek, ujian akhir sekolah yang kembali pada sistem lama (baca=mencontek, karena setahun ini membiasakan diri untuk berlaku jujur demi UAN dan UM), dan kegiatan yang benar-benar indah di penghujung masa SMA yang manis. Dengan berbagai bumbu pada hari-harinya yang membuat ini menjadi semakin nano-nano. SMA, sebuah kisah klasik untuk masa depan, yang akan terus hidup dengan bagaimanapun cara dan rasa di relung hati masing-masing siswa. Hei, saya didaulat menjadi ketua film angkatan, dengan Bimo juga. Agak berat sebenarnya. Tapi kamerapun mulai rolling akhir bulan ini karena, ehm, berbagai paksaan yang mengharuskan film ini segera dirampungin. Film yang nantinya akan diberi judul “SOLACE Stories ’09”.

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Jogja Afternoon Sky

Langit sedang keren sore itu.

Matahari sudah menjadi besar dan bulat dan merah di ufuk barat sana, tertutupi oleh sekedar pepohonan dan rumah-rumah. Awan tak kalah merah, dan banyak, seperti gumpalan kasur di langit biru,  yang sedang dimakan abu-abu. Dimakan gelap. Saya bisa merasakannya, romantis. Membebaskan saya untuk lalu berlaku melankolis.

Dan merapi sedang sangat cerah di utara sana. Seolah-olah berkata bahwa hei! lelaki adalah mereka yang harus bisa tegas, gagah, berani mengambil pilihan, berani menantang angin. Hmm..entah kenapa saya selalu suka ketika memandangnya. Oh, sang raksasa. Oh, mereka yang sedang menari-nari di atas sana. Saya dapat merasakan anginmu, yang mendayu-ndayu, yang mesra sampai di sini, memelukku. Begitu dingin, tetapi tersembunyi kehangatan yang membuat hati tentram. Begitu mesra, hingga membuat jatuh cinta.

Hahaha, langit sore.

Saya adalah salah satu dari makhluk yang suka buat sekedar memandang ke atas, memandangi langit, apapun itu, bagaimanapun itu.

Oh, tapi datang juga kau, Reksasa Senjakala.  Hei, anak-anak cepat masuk rumah kalau tidak mau diculik. Hei, bagaimana dengan kami? Siapkan pedang, siapkan tombak, saya tak akan takut buat melawanmu. Saya punya merapi. Saya punya angin. Saya punya awan. Saya punya langit. Saya sedang ber-supernova.

Hei langit, yang berangsur-angsur sudah sedang menjadi gelap.

Semoga saja saya punya senter buat melalui malam yang dingin ini. Buat menemukan sebuah tempat dimana saya bisa bikin tenda dan api unggun. Tempat saya bisa merasa nyaman. Merasa tenang buat istirahat dan tidur, untuk lalu melanjutkan perjalanan setelahnya menuju kemanapun,

Kemanapun saya suka.

Saya merasa tenang sore ini. Apapun itu, bagaimanapun itu. Bagaimanapun suasana sedang sangat tidak mungkin untuk saya buat bisa bilang merasa nyaman.

Tinggalkan komentar

Blokir!!

Kalau ada yang dinamakan writer block oleh para penulis, mungkin yang saya alami ini adalah ilustrator block kali ya? Saat ini saya benar-benar merasa tidak bisa menggambar dengan baik saat ini. Tangan saya merasa terbelenggu untuk menggambar apapun. Mungkin ini efek dari berusaha untuk memindah karakter yang sedari dulu bertipe manga menjadi tipe gambar yang lebih. Yang lebih ke ilustrasi, bolehlah mengkartun, tetapi bukan manga. Sialan, susah sekali. Sedari kecil sudah dicekoki gambar-gambar macam Dragon Ball, Rave, Full Metal Alchemist, dan lainnya.

Efeknya, saya jadi susah untuk menggambar apapun sekarang. Menggambar ilustrasi agak susah untuk diwujudkan, tapi menggambar manga pun jadi susah. Justru gambar saya sekarang sedang dalam masa kacau. Yang timbul hanyalah corat-coret tidak jelas saja.

Saya merasa terbelenggu. Terbebani. Mungkin, mungkin lho, mungkin karena terbebani untuk harus lebih baik lagi karena saya kerja di Bulpos itu. Aduh, gawat kalau begini terus.

Saya ingin tangan saya bebas lagi, bagaimana pun caranya. Semoga ini hanya masalah waktu.

Arghh pikiran saya sedang kacau sekali!!

Tinggalkan komentar

Guk Guk

Waw, ini malam menn, jam di HP sudah jam 02.28 saat saya mengetik ini, keren. Lumayan tadi ada sedikit olahraga buat ke warnet ini karena saya jalan kaki, dan agak jauh walau tidak menyebabkan keringat. Lagipula juga ada headphone, jadi bisa dengerin gugun n the bluesbug, atau yeah yeah yeahs. Tidak pakai motor, dan menurut saya itu keren. Bulan sedang bugil-bugilnya bulat. Bintang sedang senang bagus banyak. Langit cerah dan awan berwarna merah karena banyaknya sinar lampu kota Jogja, yang kuning temaram. Malam yang indah. Malam? Ini PAGI hei!

Oh Jogjakarta, oh Jogjakarta, oh burjo yang entah dimana pembelimu karena pada malah pesan mi goreng atau nasi telur… tapi ini nanti mau beli mie tante rebus saja dink, hangat. Ada teh tarik di rumah, tapi malas. Beli teh yang tidak perlu ditarik sajalah, capek narik-narik. Koran hari ini belum terbit. Mungkin sedang dalam proses cetak. Jadi tidak bisa baca koran di situ nantinya. Tidak bisa baca kolom pikiran pembaca dan lowongan kerja. Hmm… yasudahlah, saya berpikiran pembaca sendiri. Terimakasih..

Eh, seolah-olah tanpa terasa, tiba-tiba sekarang sudah jam 02.45.

Tinggalkan komentar