Arsip untuk Januari, 2010

Sabana Merbabu

Pendakian Merbabu lagi. Sama vachera lagi meski personel yang berangkat cuma 4 orang. Sebenarnya rada males karena ini musim hujan, tapi ketika itu pagi lihat langit sedang biru cerah, segera saya sms temen-temen buat ndaki. Maka berangkatlah kami. Tapi kali ini lewat jalur selo.  Ngomong-ngomong, sebanyak ini saya daki merbabu, sekalipun belum pernah lewat jalur ini. Jadi ya kemarin banyak-banyak cari info lewat internet. Lumayan membantu.

Jalur selo itu, kalau bisa saya gambarkan, itu masyaAllah jauh sekali. Serasa bukan naik merbabu saja (karena biasanya saya lewat jalur wekas). Apalagi kalau sampai di sekitaran daerah Sabana (daerah padang rumput, dekat puncak). Tapi keren. Pemandangan yang didapat sungguh asik. Bukit-bukit di atas seolah-olah kayak bukit-bukit di film teletubbies. Hijau dan menggunduk-gunduk. Disertai dengan edelweiss yang tumbuh menghutan dimana-dimana di sepanjang sabana.  Asik sekali, apalagi jika tidur di situ. Angin yang hijau mengalir semilir. Dan jika malam, maka akan terlihat lampu-lampu kota Magelang dan (mungkin) Solo atau Boyolali. Gak taulah, karena saya agak disoriented dan kurang info. Pokoknya lampu kota. Dan sangat banyak, seperti laut yang memantulkan cahaya bintang.

Dan, saya menemukannya disana. Mungkin sudah agak lama saya melupakan ini. Basic of the adventure, it’s not about destination, but the journey. Ketika malam hari kedua, dan angin sedang berhembus sangat dingin, terlihatlah itu. Seperti yang saya bahas di atas, lampu-lampu kota yang kecil-kecil seperti cahaya bintang. Dan sadar akan satu hal, bahwa oh bahwa, kita ini sangat kecil adanya. Dan bumi itu sungguh maha luas. Saya sedikit lupa akhir-akhir ini, karena google earth dan facebook yang seolah menyempitkan jarak.

Saya ingin bertualang lagi. Menjelajahi wajah bumi dimanapun. Kebenaran didapat bukan dari kasur tidur di kamar, bukan dari bangku kuliah di kampus, di kantin, di WC. Bukan dari sekedar tour wisata atau trip ala travel agent. Tapi ketika memutuskan untuk jujur dan berani keluar dari cangkang, menapaki sesuai dengan jalan yang kita pilih. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Tinggalkan komentar

Pendakian Merbabu 11-12 Desember 2009

Saya kesana lagi. Ke Merbabu tercinta yang serasa feel like home. Kali ini bersama anak-anak Avante, semacam pecinta alam di fisika teknik. Saya sebut semacam karena memang begitulah kenyataanya. Agak sangsi buat menyebut ini sebagai mapala. Organisasi ini baru berdiri 6 bulan yang lalu, dan saya bisa dianggap sebagai angkatan kedua disini.  But it’s okelah, let’s have some fun in here.

Pendakian terdiri dari sekitar 8 orang dari angkatan 2009 dan 7 orang angkatan 2008. Kesana naik motor dan rencanannya lewat jalur wekas. Saya tawari mereka buat mampir ke warung simbok e anak vachera, warung nasi goreng di deket gapura masuk kalau mau ke basecamp. Itu adalah warung nasi  goreng yang kamu harus rela buat nunggu lama sampai nasi goreng benar-benar jadi entah karena apa, mungkin karena si simbok masih harus ngonceki bumbu-bumbunya. Tapi begitu menjelang detik-detik sebelum jadi, siapkan ember atau minimal tutup mulutmu rapat-rapat biar ilermu tidak muncrat kemana-mana, karena bau yang keluar dari panci penggorengan adalah masyaAllah, dashyat luar biasa menggoda perut. Apalagi tahulah, hawa pegunungan  yang dingin, semakin bikin perut yang lapar ini ingin cepat-cepat makan itu nasi gorng buatan simbok. Yang konon luar biasa maknyus!

Lanjut kepada pendakian. Jalanan menuju basecamp sekarang sudah bagus. Sudah dikasih blok semen 2 jalur dan tengahnya sudah dikasih batu-batuan yang sejajar dengan tinggi blok semen. Jadi kami yang naik motor ini cukup santai saja melewati jalanan yang curamnya mring luar biasa. Dulu, sebelum dibangun ini jalan blok, trek masih berupa batu-batuan. Jika kamu boncengan, pendaki yang duduk di belakang kudu siap rela jalan kaki dari jalanan pinus sampai ke basecamp kalau motor tidak kuat. Pun kalau kuat, kasihan motormu, pasti akan berbau gosong di sekitaran mesinnya. Apalagi untuk motor saya yang cuma smash 110cc. Pahit. Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar