Mahasiswa Tahun Pertamaxx


(Buat calon mahasiswa baru, baik yang sudah menjadi mahasiswa atau masih SMA, tolong jangan baca ini jika tidak benar-benar mantap buat suatu jurusan yang kamu pilih, karena isinya mungkin akan sangat provokatif sekali, karena begini-begini saya masih cinta dengan almamater saya sehingga tidak ingin membuat kamu tidak ingin masuk ke kampus saya, apalagi jurusan saya sekarang, karena jurusan saya sebenarnya keren jika kamu semua tahu)

Sebenarnya ini semacam pengamatan kecil tentang bagaimana pusingnya mahasiswa di awal tahun kuliah. Saya adalah mahasiswa di sebuah universitas tertua di Indonesia yang mungkin kamu ingin masuki karena prestasi dan popularitasnya, dengan jurusan yang menurut saya tidak usah kamu semua hiraukan. Saya akan mencoba blak-blakan disini. Ini tentang perasaan kita yang mungkin masuk kepada sebuah jurusan yang bukan minat kita sebenarnya, hanya jatuh pada pilihan kedua atau terakhir. Atau mungkin pilihan pertama, tetapi ditengah jalan sadar bahwa ternyata ini bukan dunianya. Dalam kasus ini, saya termasuk salah seorang di dalamnya.

Lalu apa? Karena merasa begitu, maka dulu saya sempat berpikiran bahwa, “Ahh, saya mau jadi apa nanti? Kuliah gak ada yang ngerti, IP wahh jangan tanya, dan lagi saya tidak suka dunia pabrik industri, apalagi dengan faktor lingkungan yang ketat seperti ini, apa saya mampu bertahan sampai akhir?” Dan ujung dari pemikiran tersebut adalah saya merasa ingin ikut ujian masuk universitas lagi dengan pilihan jurusan lain. Yang menurut saya lebih menarik untuk dipelajari. Dalam kasus saya, mungkin semacam jurusan seni atau semacamnya.

Dan ternyata bukan hanya saya saja yang berpikiran seperti itu. Banyak mahasiswa tahun pertama yang merasa bahwa jurusan ini terlalu begini dan begitu. Ada beberapa teman yang bahkan sejak dari ospek jurusan memproklamirkan diri buat mengikuti UM lagi karena tidak puas dengan jurusan sekarang. Kebanyakan masih dengan alasan klasik, saya ingin jadi dokter maka bukan disini tempat saya berada seharusnya. Seharusnya saya ada di KU, maka dari itu tahun depan saya akan mencoba buat UM lagi buat bisa masuk sana. Doakan ya teman-teman.. (Hah??). Padahal sekedar informasi, di jurusan saya juga seharusnya bisa untuk minimal masuk ke dunia kedokteran karena banyak yang berhubungan dengan medical physics seperti deteksi penyakit dengan laser, medical nuclear (bener nggak ya ada? Kayaknya sih iya, lupa) dan lainnya.

Implikasinya adalah, teman saya menjadi apatis dengan kuliahnya sendiri. Jarang masuk kuliah, terus belajar soal-soal UM, dan sebagainya. Hingga akhirnya ketika ujian semester I IP jeblok banget. Dan belum selesai sampai di situ, semester ini bahkan Cuma ambil sedikit SKS karena katanya biar bisa lebih konsen yang belajar buat UMnya. Parahnya, saya tidak membicarakan satu orang di sini. Kamu bisa bayangkan ketika orang yang sama-sama melakukan hal itu bertemu di kampus.

Saya adalah orang yang juga merasa begitu (tapi tidak dengan menjadi dokter, sori wawe), tapi menurut saya adalah hal yang bodoh untuk dengan terang-terangan mempromosikan diri buat pamer kalau mau UM lagi seperti itu. Saya pernah ada pada suatu rapat KM di jurusan, di mana salah satu orang yang mau UM lagi kebetulan juga ada dan jadi salah seorang pengurus. Ketika itu biasalah, ada sebuah penunjukan kepanitiaan pada suatu acara dimana dia kebetulan ditunjuk sebagai seorang coordinator. Dia terima itu, tapi lalu bialng bahwa mungkin tidak bisa kerja secara optimal pada tanggal-tanggal segini karena alasan ingin ikut UM dan SIMAK lagi. Beuh.. saya bisa lihat seorang senior yang kebetulan ada di situ memandang dengan agak sinis. Mungkin tidak terima. Mungkin berpikir bahwa:

“Lee…  karepmu ki opoe neng ngarep forum koyo ngene ki? Ra mbayangke sek melu rapat iki po piye? Sek wes angel-angel mlebu kene ki! Ra mbayangke sek do ra ktompo po piye?! Iki yo jurusan popular lee, sembrono!! Ngopo barang mlebu KM nek niate malah minggat ngono kui, ndlog*k!”

Saya juga begitu. Merasa sakit hati karena seolah-olah jursan saya begitu dihina dan diinjak-injak.

Kembali pada topik utama. Inilah saat puncak semuanya berlangsung. Mulai banyak yang mempersiapkan diri buat UM lagi, baik terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. NB: saya juga sempat ingin begini dulu, tapi secara sembunyi-sembunyi saja berpikiran seperti ini. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, buat apa juga melakukan itu semua. Pertaruhannya terlalu besar bagi saya, karena masa depanlah yang menjadi akibatnya. Okelah seandainya saya ambil taruhan saya dari awal, total mempelajari SMA lagi dan tidak usah hiraukan kuliah, dan nantinya ketika UM malah gagal, mau jadi apa saya nanti? Sudah tidak dapat jurusan tersebut, di jurusan sendiri juga hancur. Atau oke, saya bisa lulus ke sana, ke jurusan X tersebut, maka apakah hal itu juga menjamin masa depan saya? Mungkin iya, tapi terlalu banyak yang dikorbankan. Terutama dari segi materi, masuk kuliah itu sangat mahal. Dan saya tidak mungkin buat bilang kepada orang tua saya untuk membiayai saya lagi untuk masuk ke kampus yang baru.

Beberapa waktu terakhir ini, saya sempat diskusi kecil dengan teman yang senasib satu hati. Merasa berat untuk tinggal di suatu jurusan dan menghadapi dilema untuk UM lagi. Ada suatu hal yang membuat dia ingin pindah dari jurusan ini, tapi ketika akhirnya harus bilang pada orangtuanya, dan ternyata malah dibolehkan, malah dia yang tidak sanggup buat melakukan hal tersebut (pindah ke jurusan lain). Ada juga yang malah entah kenapa merasa begitu, tapi beberapa saat terakhir ini jadi berat meninggalkan jurusan ini karena terlalu banyak faktor yang membuat dia senang selain kuliah. Dan lain-lain.

Bagi saya sekarang, mungkin pikiran untuk pindah akan saya coba untuk punahkan. Prinsip saya sekarang, biarinlah, mungkin saat ini jurusan saya tidak begitu cocok dengan ilmu dan bidang saya ingin dalami, but nothing to lost waelah. Kalau memang ke depannya dipakai, ya syukur, kalau nggak, saya masih bisa maju dengan pekerjaan saya sekarang (desain grafis), karena bahkan teman saya yang dari jurusan seni pun malah menyarankan saya untuk tetap di sini. Alasannya karena output dari sini lebih terjamin daripada dari kampusnya. Teman lain pun juga begitu. Idenya adalah, karena dia tidak kerasan dengan suatu jurusan, maka satu-satunya cara adalah lulus secepatnya. Dan karena itulah, dia harus terus belajar dan serius dalam kuliahnya, buat jadi pintar, buat dapat IP bagus, buat bisa ambil SKS sebanyak mungkin, buat bisa lulus secepat mungkin. Syukur-syukur malah termasuk orang-orang yang berkompeten nantinya.

Masuk akal.

Intinya, mungkin ini hanyalah penyakit yang melanda sebagian mahasiwa di tahun pertama. Banyak kakak angkatan yang dulunya merasa begitu, tapi setelah masuk ke semester akhir malah barus sadar dan bersyukur karena ternyata jurusan ini keren sekali. Prestisius. Output dari sini diincar banyak perusahaan besar dan gaji yang didapat nantinya tidak main-main. Atau kalau mereka memang berniat buat mendalami ilmu dan teknologi, maka dengan disiplin ilmu yang sangat banyak di pelajari, bukan tidak mungkin untuk lebih mengesksplorasi lagi hal-hal yang berhubungan dengan ilmu ke-teknik-an karena semua hal tentang fisika kita pelajari disini.

Kesimpulannya, saya akan mencoba terus bertahan hidup saja di sini, bagaimanapun muring-muringnya saya nanti. Bagaimanapun saya masih sangat susah buat mengerti tentang perhitungan kalkulus dan semacamnya yang argghh rumit sekali itu. Karena saya yakin bahwa saya masuk sini bukan karena ngasal. Saya sudah belajar sangat keras dahulu itu. Juga sudah tahajud tiap malam dan istikharoh. Tidak mungkin saya menghianati Allah yang sudah memasukkan saya ke dalam sini.

Yang penting adalah Survive!

Tetap teruskan apa yang saya bisa dan terus mencoba mencari peluang lain untuk back-up.

Aih, kuliah..

PS: bagi yang merasa sudah benar tentang pilihannya, anda keren! terimakasih karena terus memotivasi..

Iklan
  1. #1 by manggis on Maret 11, 2010 - 10:25 pm

    ayo ayo ayo! semangat ya !
    *nek komen blog, bakalan kalah trus entuk hukuman ra yo??
    haha :D

  2. #2 by bayuyeah on Maret 12, 2010 - 7:23 am

    ahaha, sip dah..
    entuk, wakaka

  3. #3 by manggis on Maret 12, 2010 - 3:13 pm

    bweh?? hoo o?? mati la~h..

  4. #4 by bayuyeah on Maret 12, 2010 - 5:04 pm

    yah we.. :p

  5. #5 by manggis on Maret 12, 2010 - 11:54 pm

    kan iso di nego.. hehe

  6. #6 by bayuyeah on Maret 21, 2010 - 6:33 pm

    ga iso haha

  7. #7 by naritul on April 4, 2010 - 11:40 pm

    jalani saja yg sudah ada semaksimal mungkin…saya di jurusan pangan juga terseok2 sama apalan…mau diapain lagi juga sudah terlanjur :)

  8. #8 by bayuyeah on April 5, 2010 - 12:09 am

    hehei, dateng jg, yup, skrg mah udah di-ikhlaskan buat maju, hehe
    salam UTS!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: