Arsip untuk Juni, 2010

3 judul, 1 gambar, dan Ulang Tahun yang Kedua

Eh WordPress saya ulangtahun yang kedua. Sudah ulangtahun lagi ternyata. Sudah dari tanggal 2 kemarin dan baru sadar sekarang. Apaaaa coba ini. Haha happy birthday my sister. Sudah bertambah besar dan gendut saja. Padahal saya kira dulu tidak akan tahan buat mengurusin hal yang malas buat diurus seperti blog ini. Tapi nyatanya tetep psoting. Haha.

Lanjut gan!

Hmm ngomong-ngomong, tahun baru = tempate baru! Haha. Biar lebih segar aja, kali-kali ada yang seperti saya, bosan sendiri liat anak lelaki yang lagi naik tangga di pojok kanan atas dan di kirinya terdapat duri-duri.  Apa maksudnya saya juga ngga tahu. Ngasal aja dulu waktu bikin. Sekarang ganti jadi anak lelaki yang lihat monster. Tambah nggak jelas lagi maksudnya karena itu dulu gambar buat komik “ketika saya masuk bul pertama kali”. Tebak sendiri ceritanya kalau penasaran, haha. Ngomong-ngmong, soal tampilan terbaik adalah ketika pakai safari kayaknya, karena belum coba liat pakai mozila dan chrome (yang katanya tadi gambar pohon di sebelah kepotong)

(nya siapa?)

Hmm, apa ya? Sekedar selebrasi aja sih ini. Karena setiap hari adalah setiap diri yang selalu berubah. Seperti yang dibilang Bang Pidi di Kitab Al-Asbunnya ketika dia ditanya sama si Ghofar salah satu muridnya yang asik, mungkin kita memang tidak akan pernah menuju masa depan karena nyatanya kita selalu tetap berada pada hari ini. Yang perlu dilakukan adalah selalu melakukan hal yang lebih baik dari kemarin. Bersyukur dan tidak merasa terbebani oleh persoalan hidup karena ketika kita sudah sampai sini pun adalah bukti bahwa kita masih bisa menyelesaikan segala persoalan sejak kita ada di Bumi.

Halah berat bangett..

Yang jelas sih, semoga bisa lebih rajin saja menulisakan catatan seperti ini, buat setidaknya bisa senang-senang di dalam pikiran sendiri.

Ngomong-ngomong tentang berubah, tadi saya bertemu dengan teman yang sudah hampir 1 tahun tidak bertemu. Ngobrol-ngobrol begitu dan lalu tanya apa sih yang berubah dari diri saya yang setahun lalu sama sekarang? Katanya sih, saya tambah cuek dan santai. Tidak seperti dulu yang banyak salting dan malu-malu. Iyakah? Nggak tahu, kan juga baru ketemu sekarang. Oh iya. Oh iya lagi, sama rambut yang tambah gak jelas. Haha itu mah bukan karena gaya mbak, itu karena sayanya malas aja buat potong. Sayang aja udah tumbuh berbulan-bulan buat nanti hilang dalam hitungan menit. Dan lagi, ingin sekali-sekali bisa berambut gondrong, mumpung sudah tidak ada lagi wakasek. Waka waka e e. Haha.

Argentina pasti menang piala dunia, oyeah waka waka! :D

Iklan

Tinggalkan komentar

Malam, Insomnia, dan Pikiran yang Senewen

Inilah malam. Yang diciptakannya bertujuan untuk menyuruh setiap orang untuk istirahat dalam nyenyak. Inilah malam yang baik. Yang pada jam-jam tertentu menghilangkan racun di dalam tubuh. Yang ada untuk membuat semuanya memiliki kesegaran begitu besok berganti pagi. Dan inilah malam, yang suruh maling untuk keluar buat cari barang orang buat dijadikan hak miliknya. Dan psikopad dan garong di jalan ringroad utara untuk menjahili siapa-siapa yang masih bangun dan kurang beruntung lewat di depan mereka. Inilah malam. Dan mungkin menyuruh para desainer yang punya deadline buat menguras otak biar bisa dibilang kreatif.

Maka kasihan sekali kamu wahai yang masih bangun. Kasihan sekali saya. Kasihan saya yang masih bangun dan merasa sendiri karena ditinggal teman-teman tidur. Oh saya merasa sangat sepi karena masih menganggur. Dan HP adalah yang sama saja tidak bisa diapa-apakan karena teman-teman sudah pada tidur.

Sendiri eiii… sinau sonoohh. Selasa UAS terakhirr. Tapi kok malesss yaaa!

1 Komentar

brazil lah pasti// portugal dong// spanyol asik// jermaaann!// inggris hoi// italia-lahyauu// oh argentina dong// afsel? kandang sendiri boow//oh korea cute// belandaaa!// uruguay// perancis sundul gan!// pantai gading!// australi lah tetangga// ..aduh susah jadi indonesia, harus pilih2 “tim jagoan saya”, coba saya meksiko, sebentar lg sudah bisa teriak2 dukung mereka yang saya akan bisa bangga bilang itu “tim saya”

piala dunia 2010,

nikmati selaahh.. semoga kapan-kapan suara ini bisa habis dan serak buat teriak-teriak dukung indonesia,

kapan-kapan..

Tinggalkan komentar

Menurut Saya Saja Sih

Mau tahu apa pekerjaan paling menyedihkan dan paling nggak keren?// itu adalah mereka yg berkarya pada malam hari, sampai jarang tidur/ dan lalu sialnya hal itu terbawa bahkan ketika libur// itu adalah mereka yang lalu selalu bangun siang// itu adalah mereka yang keringatnya selama berhari-hari, mungkin bulan, ternyata kadang hanya dinikmati selama beberapa detik, beruntung kalau sampai menit// itu adalah mereka yang lalu diberi penghargaan berupa ucapan “waw keren!”, tapi lalu klik next dan buka halaman lain (kejam sekali)// itu adalah mereka yang malam-malam hanya berkutat di depan kertas gambar dan drawing pen, photoshop atau ilustrator atau ehm corel, seolah cuma disitu mereka ada// itu adalah mereka yang selalu berimajinasi, dengan mungkin orang lain tak mengerti// atau mungkin mengerti, tapi lalu menganggap sepele saja karena hanya “yayaya bolehlahh..” lalu apa// itu adalah mereka yang orang lihat pada masa global ini sebagai keren, gaul, masa kini, urban, futuristik, dan lain-lain, dan lalu tidak lanjut sampai kata padahal// itu adalah yang lalu semoga pandangan saya salah,

hei…

tukang gambar dan desainer grafis ///

haha..
terus bersemangat dan berkarya sampai menggila,
semoga bosan tidak mematikan kita,
dan semoga apresiasi akan selalu ada

Tinggalkan komentar

Inilah Tanya, Inilah Nyata, Inilah

Pernyataan saya mengenai hari ini:

“Ask me, and the answer is: I will not regret it at all”

Inilah harinya, yang bahkan tidak pernah saya bermimpi kedatangan hari seperti ini. Dimana seluruh perasaan berkecamuk menjadi satu. Di-jus, diblender, digulai dan lalu menjadi manis. Dibakar kemudian, menjadi pedas. Dipadamkan dengan asa. Menjadi rasa dendam sekaligus bosan. Menjadikan seluruh sisi gelap keluar. Menjadikan seluruh sisi terang memunafikkan. Menjadikan segalanya tampak gila. Bagai bom yang meledak saat hujan gerimis yang menenangkan. Bagai meriam yang sudah kembung ingin diledakkan. Bagai meteor, yang datang ingin menghujam bumi, tapi terbakar duluan oleh atmosfer. Bagai dendam membara, yang terhantukan oleh kebangsatan sifat.

Ask me what: and the answer is so what

Inilah harinya, yang saya kira hanya ada dalam khayal dan lalu malah terwujud tanpa sadar. Bagai terskenario. Inilah filmnya. Dan DIA-lah sutradara agungya. Sebuah film perjalanan. Yang menguras waktu yang lama untuk perjalanan yang terbilang singkat. Seperti saya pernah bahas di halaman lalu, bahwa setiap yang berawal pastilah berakhir. Dan relativitas Einstein sangat berlaku disini. Ini relatif, dan semoga kamu pahami itu.

Ask me why: and the answer is why not

Inilah saat bagai semua tempuran masuk. Segala pilihan prioritas dibuang dan ditinggalkan. Segala konsekuensi siap buat diterima. Tak usah susah pikirkan apa akibatnya. Siapkan diri saja, bukan yang lin. Inilah harinya. Inilah. Saat dimana mengapa dan apa untungnya tidak perlu buat dibahas. Karena semoga bisa lalu dengan itu menjadi ikhlas. Dan tidak riya. Dan berbekal itu, semoga ada kemantapan hati buat bisa menerima segalanya di akhir nanti. Mungkin saya akan kehilangan semua, dan pastinya saya akan sangat kecewa di akhir nanti. But, it’s still, i won’t regret it.

Ask me who: and the answer is me

Inilah hari dimana saya mungkin terlihat menjadi begitu munafik. Inilah saya bagaimanapun juga. Dan begitulah adanya. Bagi orang lain biarlah terlihat begitu. Bagiku sendiri, memang begitulah saya. 2 sisi gelap terang. Yin dan Yang. Saya tak akan menganggap lagi ini sebagai dejavu. Tidak. Inilah saat ini. inilah sekarang. This is now. Jujur jujur jujur. Terima atau tidak, terimalah.

Ask me so: so do I ask

Semua berlalu begitu cepat. Bagai kilat. Tak terduga dan terlintas begitu saja. Meninggalkan greget yang lalu menggila. Meniggalkan perih yang dalam dalam bayangan gelap di jauh sana. Seperti dentuman musik waltz. Duk tek tek duk tek tek duk. Mistis. Gelap. Walau kamu terang bagai matahari. Tapi aku hanyalah kabut yang tinggal kau sinari akan hilang. Dan dia adalah benda yang lain. Sandinganmu. Si black hole bangsat itu. Yang lalu kamu terus sinari. Kamu usahakan untuk terus dan ikut bersinar dan bangkit kembali menjadi bintang. Seiring dengan hilangnya wujudku sebagai air yang lalu jadi uap.

Ask me,

Ask me,

and the answer is still:

I will not regret it at all

Meski semua kacau bagiku, tapi semoga tidak bagimu. Dan inilah harinya, dimana semua letupan partikel tak terduga yang terus terjadi, semoga tidak lalu hanya menjadi sebuah hal yang kosong dan tanpa isi. Inilah harinya dan inilah aku. Masih dalam wajah yang akan terus selalu cengengesan begini. Yang semoga kau tak akan bosan. Masih dalam relung tanyaku bahwa buat apa saya susah-susah begini.

Inilah aku, inilah. Baca entri selengkapnya »

2 Komentar

Einstein, Proses, dan Mencatat

Adik saya ulang tahun hari ini. tapi tetap saja saya diamkan. Hubungan saya dengannya memang sangat buruk. Bukan buruk dalam artian tiap hari bertengkar, tetapi saya jarang buat cerita atau apa gitu dengannya. Ini berlangsung memang sejak dulu. Sejak kecil. Entah bagaimana ceritanya sehingga menjadi seperti ini. kadang-kadang iri juga lihat banyak teman yang akur dengan adiknya. Ingin juga seperti itu, tapi gimana caranya saya juga ngga tahu. Selamat ulang tahun, bagaimanapun juga, Ervina Nur Fauzia.

Ada banyak yang berubah dalam diri saya. Sekali waktu ketika scroll up, ke halaman-halaman depan jurnal, ketika waktu pertama-tama menjadi mahasiswa, ternyata hanya dalam waktu 1 tahun saya telah berubah sebanyak ini. Lucu juga, membandingkan diri yang dulu dan sekarang. Juga diri teman-teman dan siapapun yang juga turut saya perhatikan secara sengaja atau tidak. Oh, waktu berjalan begitu cepat, bagai Einstein yang mungkin benar dengan teori relativitasnya. Ya cepatlah,  Tein. Kan ketika kita merasa cepat itu adalah ketika waktu mengingat, bukan merasai. Apalagi kalau cuma dituang dalam tulisan begini. Waktu 1 tahun bisa saja saya rangkum dalam 1 paragraf saja.

Biar begitu, tetap saja ya, hal yang sudah dimulai pun pasti akan berakhir. Dan akan tidak terasa ketika memang benar-benar berakhir. Seperti SMA yang telah lama lewat. Seperti tugas dan praktikum yang sudah minggu lalu selesai. Seperti kerjaan yang ternyata juga sudah selesai. Seperti puncak yang kalau didaki lama-lama juga sampai. Seperti hidup, yang tanpa terasa lalu nanti pasti mati.

Kamu tahu? Pasti tidak karena saya belum kasih tahu. Halah. Tapi saya rasa, hal paling nikmat dari sebuah proses mungkin adalah proses itu sendiri. Seperti berpergian, saya rasa hal yang menarik adalah perjalannya. Bukan tujuannya. Bagai saya sih, apa-apa yang dirindukan dari perjalanan adalah perjalanan itu sendiri. Bukan hasil. Seperti bekerja, bukan gaji yang akan selalu diingat, meski tidak dipungkiri bahwa itu adalah ahl yang diincar. Seperti kuliah, bukan nilai yang harusnya diingat, tapi kuliahnya itulah.

Apa pula ini. Ini sudah minggu tenang. Kesimpulan dari kuliah saya semester ini adalah, saya sebenarnya ngapain sih kuliah? Aneh, masuk cuma tidur, atau malah gambar. Malam berkutat dengan hal lain yang tidak ada hubungannya dengan kuliah. Dan bagaimanapun minggu tenang berakhir dalam seminggu lagi. Saya kira ini akan cepat berlalu mungkin. What should i do? Catatan juga kosong. Buku juga abstrak dan tebal dan sangat malas buat dipelajarin.

Sudahlah, sebaiknya saya belajar sebisanya. Lalu seiring dengan itu, pun, nanti juga kelar UAS. Lalu dapat gaji. Lalu jalan-jalan kemana saja saya suka. Hup!

Saya kuliah buat apa, nanti saja saya pikirkan. Saya pikir jalan saya masih kabur. Semoga bisa saya tentukan setelah ini. Amin..

Tinggalkan komentar