Arsip untuk Juli, 2010

4 jam sebelum berangkat ke Semeru

Barang-barang sudah di packing. Hmm oiya, kurang sendok. Sebentar nanti ambil di bawah. Juga kurang senter yang masih di charge.

Selalu begini. Selalu ada rasa was-was yang besar ketika beberapa jam sebelum berangkat. Selalu ada rasa segan ketika masih melihat TV yang nyala. Komputer yang masih memutar lagu dan facebook yang masih saja online. Selalu ada rasa malas untuk meninggalkan berbagai hal yang nyaman ini ketika nantinya akan berangkat naik gunung. Selalu begitu. Dan ini Semeru hei. SEMERU! MAHAMERU!!

Akhirnya, setelah sekian lama bermimpi, setelah dari dulu selalu membaca cerita-cerita dari blog orang-orang yang sudah kesana, membaca jalur pendakiannya hingga hampir hafal, setelah berkali-kali tamat membaca 5cm, setelah di tag foto oleh teman yang barusan ke sana, setelah mimpi untuk menginjakkan kaki di ranukumbolo, oro-oro ombo, recopodo, dan mahameru benar-benar sudah menjadi besar dan nyaris meledak. Ketika uang sudah terkumpul, rencana sudah matang, teman seperjalanan sudah membulatkan tekad, peralatan sudah dipacking, dan tinggal beberapa jam lagi sebelum kereta berangkat, tetap saja selalu berakhir begini. Berakhir dengan mendapati perasaan yang sedikit gugup dan segan untuk berangkat sebentar lagi.

Tapi tekad ini sudah tertanam di sana. Di Mahameru. Saya akan kesana sebentar lagi. Mendaki Semeru. Ke sana, ke tanah para dewa, ke puncak mahameru, dan pasti akan kembali. InsyaAllah..

Selamat tinggal nyaman. Selamat datang mimpi. Selamat datang tekad yang sudah menggantung 5 cm di depan jidat.

Bismillahirrohmannirrohim.. sampai jumpa 5 hari lagi.

“Patriotisme tidak lahir dari doktrin tapi hanya dengan mengenal alam ini, karena itulah kami naik gunung” (soe hok-gie)

“Kalau begitu, yang kita perlu sekarang cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa!” (6 pendaki di novel “5cm”)

sumber gambar : 
http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/image/tengger.jpg
Iklan

3 Komentar

Bandung Rasa Kopi Asin

Saya ke Bandung kemarin, 5 hari kalau nggak salah. Pengennya sih disebut backpacker, tapi kayaknya nggak juga sih, toh walau saya memang bawa backpack tapi nginepnya juga di kontrakan temen, sama aja. Naik kereta ekonomi yang rame.

Lihat-lihat sebagian isi kotanya. Ke THR Ir Juanda dan air terjun curug maribaya, ke tangkuban perahu, ke Ciwalk Cihampelas buat nonton Despicable Me, ke Jl Braga yang serasa Yurop, makan mi ayam di atas dekat lembang sana yang ternyata punya orang Solo, ke Kawah Putih yang banyak cewek cantiknya, ke Situ Patenggang tapi nggak mampir ke Batu Cinta, dan ke kolam air panas walini yang hangat dan segar. Makan pecel lele yang ternyata punya orang Jawa timur, jadi sama-sama bisa bahasa jawa juga.

Ke Jl Otista minum es cendol Elizabeth, ke toko roti kartika sari tapi nggak beli karena mahal. Ke terminal buat beli peyeum dan dodol untuk dibawa pulang.

Lalu main kartu tiap malam di kontrakan si Bimo. Yang kalah minum kopi yang dikasih garam refina sesendok makan. Dan juga ada nutrisari yang juga sama dikasih garam. Asin. Njijiki.

Bandung itu ternyata, kota yang bagus.Yang besar dan dingin dan macet. Dan asik.

Pulangnya sempat temangsang sebentar di Kutoarjo karena kehabisan Kahuripan. Juga kehabisan Prameks lagi disana karena telatnya kereta ekonomi. Tapi nggak apa-apa, justru jadi bisa lihat-lihat kota Kutoarjo sebentar buat lalu pulang naik bus. Kembali lagi kesini. Ke Jogja.

1 Komentar

Nostalgia Gunung

Mungkin akan membuat kamu berpikir 
untuk naik gunung 
(lagi)

VACHERA!

Cerah cerah cerah lewat cemoro sewu - Lawu

Sumur Jalutundo (deket puncak hargodumilah, turun ke kiri) - Lawu

melangkah di atas awan - Lawu (dari pucak maju lagi dikit)

Puncak Garuda - Merapi
(kalau ada yang sering tanya puncak merapi itu seperti apa, itu jawabanya)

Perjalanan turun dari Puncak Garuda - Merapi

Lereng seksi - Merbabu
Pos 2 Merbabu - 2nd sweet home
jembatan setan - Merbabu
(bisa lihat sebuah ujung pelangi di kiri itu?)
puncak! - Merbabu
(iya, di depan itu namanya merapi)
Puncak Syarif - Merbabu
Turun, pulang - Merbabu
Ngetrek! - Sindoro
Danau di Puncak - Sindoro
Puncak Kawah - Sumbing
(Mana mana mana? haha)

Beberapa hal yang akan membuat saya akan terus, dan terus, dan terus, kembali ke sana. Ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Terimakasih alam yang baik dan bagus.

Terimakasih

vachera..

3 Komentar

Monster Nilai

Horor sekali gambar ini kalau diliat-liat lagi.

Tapi ini semua tentang kuliah saya. Nilai sudah banyak yang keluar, sehingga apa? Sehingga saya menjadi semakin depresi saja kuliah disini. Bayangkan, 3 nilai C dan 1 nilai D dari 8 makul yang sudah keluar nilainya. IP belum nyampe 2,5 dan itu artinya nggak boleh ngambil lebih dari 19 SKS. Apa? Padahal mata kuliah wajib yang harus saya ambil buat semester depan lebih dari itu. Harapan satu-satunya hanyalah pada Fisika Dasar II yang belum keluar. Jika sekali lagi saya dapat C atau kurang dari itu, maka tamatlah saya semeseter ini. Oh iya, saat ini saya juga sedang remediasi elektro, jika dapat B, eh C lah juga gapapa, karena nilai saya sebelumnya ya yang D itu, mungkin IP saya bisa sedikit naik dan lebih dari 2,5, jadi bisa ambil 21 SKS lagi. Tapi, kok tetep saja saya nggak belajar. Malaaasss sekali rasanya.

Saya hanya bisa memohon kepada Fisika Dasar agar nanti mendapat setidaknya B. Aminn..

Tapi kata temen saya, orang yang kebanyakan amin itu cuma orang yang depresi. Depresi karena mengharap sesuatu yang dia sendiri nggak ada usahanya sama sekali buat itu. Cuma harapan kosong. Alamaakk…

Oiya satu lagi, dengan 3 nilai C seperti itu, berarti ada 3 makul dengan masing-masing 3 sks harus saya ulang di semester genap. Arghhh kapan saya lulus kalau begitu?!

Eh, tapi itu jika saya masih mau meneruskan kuliah disini sih..

Atau tiba-tiba potal akademik UGM ada yang ngehack, lalu nilai-nilai di account saya dijadikan A semua, dan IP saya dengan secara ajaib menjadi bagus dipandang.

balegug!

6 Komentar

Lalulintas dan Bergerak

Salam lalu lintas!

Terkadang, sebuah cara berpikir bisa berubah dalam waktu yang singkat, yang kadang kita sendiri tidak sadar kapan berubahnya. Yang menandakan bahwa pikiran kita sudah berubah biasanya adalah mesin pengingat, semacam catatan di FB, di blog, atau di mana saja. Termasuk komentar orang lain  terhadap diri kita. Terhadap saya.

HP saya, ngomong-ngomong, punya cakupan inbox yang seolah-olah tidak ada batasnya. Dan karena itu saya jadi jarang delete sms yang masuk ke HP saya sejak pertama beli HP ini. Meski itu cuma seputar rapat dan kerjaan, temen yang iseng SMS atau sekedar ingin bercerita, atau dari orang yang saya rasa spesial. Dan kebetulan saking nggak ada kerjaannya, tadi sempat baca-baca SMS mulai dari 31 Desember 2009 sampai saat ini, 11 Juli 2010. Seolah-olah, dalam beberapa bulan saja cara berpikir saya mulai berubah ke arah yang semakin saya tidak mengerti. Mungkin karena terlalu banyak pengaruh. Kuliah, kerja, teman yang tiba-tiba akrab dan tiba-tiba hilang silih berganti, tugas, kerjaan, kepanitiaan, ukm, hubungan yang it’s complicated, goncangan berbagai persaan di hati (halah lebay tenan), dan lain-lain. Saya rasa saya banyak mengalami hal-hal yang pada masa sebelum kuliah belum pernah saya bisa rasakan.

Bukan, saya bukan mau sok emo, saya benci emo. Saya juga bukan orang yang mencoba buat (sok) cool, (sok) misterius. Malah saya orang yang cengengesan dan  cuek. Dan geek. Itu hanya semacam pernyataan berlebihan mengenai apa-apa yang saya rasakan, dibalik berbagai kesenangan dan kesetresan selama satu tahun ini.

Tapi ya begitu. Nyatanya.

Nyatanya, dahulu saya orang yang anti dengan kesibukan. Sekarang saya dibanjiri oleh kesibukan yang seolah tiada habisnya. Bahkan setelah UAS selesai, saya masih belum ngapa-ngapain.

Tapi yasudahlah biarin. Nikmati saja. Terus bergerak.

.

.

Karena berhenti berarti mati.

HUP!

3 Komentar

Jeruk dan Hujan

Salam hujan jeruk!

Ah nulis lagi lah. Rasanya kok jadi lama nggak update. Hmm, tapi kalau mau curhat-curhatan, maka UAS semester II ini sudah selesai sekarang. Lho cepat sekali tiba-tiba sudah main selesai saja. Iya, tapi jangan senang dulu karena masih ada remediasi karena nilai-nilai yang haha hihi. Masih harus ke kampus 2 sampai 3 kali seminggu dan ujian lagi besok tanggal 19 dan 21 Juli. Kamu masih belum bebas Bayu Ardiyanto.

Tapi sebenarnya toh, liburan juga bingung mau ngapain. Ada rencana unuk Semeru bulan ini, tapi sepertinya sudah tidak ada follow up nya lagi. Ada rencana juga untuk ke Bandung buat main, tapi nggak tahu jadi atau nggak. Ada rencana buat main sablon-sablonan dan jual kaos, tapi sampai sekarang juga hanya masih ingin. Dan berbagai hal yang harusnya cepat-cepat saya kerjakan tapi kok rasa-rasanya malas sekali. Sepertinya saya ini hanya kebanyakan rencana, tapi malas ketika pada akhirnya punya waktu untuk mengerjakannya. Apaa ini. Yang jelas, nanti sore sepertinya akan potong rambut. Karena Argentina kalah? Hah, yo nggaklah, tapi sebaiknya yang itu jangan dibahas banyak-banyak.

Yang bagus untuk dibahas adalah, bahwa saya ini sebenarnya maunya apa sih? Saya sampai lupa kalau sedang kuliah di teknik. Hmm saya malah lama-lama merasa seperti itu, si temennya Rancho yang suka fotografi. Walau sebenarnya juga ngga ada juga yang maksa buat kuliah di sini juga. Hmm saya masih menyesal sebenarnya. Apalagi ketika disuguhi nilai-nilai yang menyakitkan hati di portal akademik. Menggila.

Alahh tapi dari dulu itu terus sampai bosan.

Ngomong-ngomong, saat ini saya sedang a little bit of depressed. Saya sedikit merasa terikat untuk satu hal yang saya sendiri tidak mengerti kenapa juga bisa begitu. Bukan tentang kuliah saja. Tetang hal lain. Tentang yang kamu pasti lebih tahu.

Yeah yeah yeah. Love is a little thing that can destroy a universe.

Semoga lalu akan segera cepat menjadi larut.

Tinggalkan komentar