Bandung Rasa Kopi Asin


Saya ke Bandung kemarin, 5 hari kalau nggak salah. Pengennya sih disebut backpacker, tapi kayaknya nggak juga sih, toh walau saya memang bawa backpack tapi nginepnya juga di kontrakan temen, sama aja. Naik kereta ekonomi yang rame.

Lihat-lihat sebagian isi kotanya. Ke THR Ir Juanda dan air terjun curug maribaya, ke tangkuban perahu, ke Ciwalk Cihampelas buat nonton Despicable Me, ke Jl Braga yang serasa Yurop, makan mi ayam di atas dekat lembang sana yang ternyata punya orang Solo, ke Kawah Putih yang banyak cewek cantiknya, ke Situ Patenggang tapi nggak mampir ke Batu Cinta, dan ke kolam air panas walini yang hangat dan segar. Makan pecel lele yang ternyata punya orang Jawa timur, jadi sama-sama bisa bahasa jawa juga.

Ke Jl Otista minum es cendol Elizabeth, ke toko roti kartika sari tapi nggak beli karena mahal. Ke terminal buat beli peyeum dan dodol untuk dibawa pulang.

Lalu main kartu tiap malam di kontrakan si Bimo. Yang kalah minum kopi yang dikasih garam refina sesendok makan. Dan juga ada nutrisari yang juga sama dikasih garam. Asin. Njijiki.

Bandung itu ternyata, kota yang bagus.Yang besar dan dingin dan macet. Dan asik.

Pulangnya sempat temangsang sebentar di Kutoarjo karena kehabisan Kahuripan. Juga kehabisan Prameks lagi disana karena telatnya kereta ekonomi. Tapi nggak apa-apa, justru jadi bisa lihat-lihat kota Kutoarjo sebentar buat lalu pulang naik bus. Kembali lagi kesini. Ke Jogja.

Iklan
  1. #1 by e on Juli 28, 2010 - 8:04 pm

    oleh oleh bro, hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: