4 jam sebelum berangkat ke Semeru


Barang-barang sudah di packing. Hmm oiya, kurang sendok. Sebentar nanti ambil di bawah. Juga kurang senter yang masih di charge.

Selalu begini. Selalu ada rasa was-was yang besar ketika beberapa jam sebelum berangkat. Selalu ada rasa segan ketika masih melihat TV yang nyala. Komputer yang masih memutar lagu dan facebook yang masih saja online. Selalu ada rasa malas untuk meninggalkan berbagai hal yang nyaman ini ketika nantinya akan berangkat naik gunung. Selalu begitu. Dan ini Semeru hei. SEMERU! MAHAMERU!!

Akhirnya, setelah sekian lama bermimpi, setelah dari dulu selalu membaca cerita-cerita dari blog orang-orang yang sudah kesana, membaca jalur pendakiannya hingga hampir hafal, setelah berkali-kali tamat membaca 5cm, setelah di tag foto oleh teman yang barusan ke sana, setelah mimpi untuk menginjakkan kaki di ranukumbolo, oro-oro ombo, recopodo, dan mahameru benar-benar sudah menjadi besar dan nyaris meledak. Ketika uang sudah terkumpul, rencana sudah matang, teman seperjalanan sudah membulatkan tekad, peralatan sudah dipacking, dan tinggal beberapa jam lagi sebelum kereta berangkat, tetap saja selalu berakhir begini. Berakhir dengan mendapati perasaan yang sedikit gugup dan segan untuk berangkat sebentar lagi.

Tapi tekad ini sudah tertanam di sana. Di Mahameru. Saya akan kesana sebentar lagi. Mendaki Semeru. Ke sana, ke tanah para dewa, ke puncak mahameru, dan pasti akan kembali. InsyaAllah..

Selamat tinggal nyaman. Selamat datang mimpi. Selamat datang tekad yang sudah menggantung 5 cm di depan jidat.

Bismillahirrohmannirrohim.. sampai jumpa 5 hari lagi.

“Patriotisme tidak lahir dari doktrin tapi hanya dengan mengenal alam ini, karena itulah kami naik gunung” (soe hok-gie)

“Kalau begitu, yang kita perlu sekarang cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa!” (6 pendaki di novel “5cm”)

sumber gambar : 
http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/image/tengger.jpg
Iklan
  1. #1 by Pendaki on Juli 31, 2010 - 10:08 am

    buku 5cm nya menginspirasi juga… i like it.
    salam kenal
    http://pendakijogja.wordpress.com

  2. #2 by bayuyeah on Agustus 4, 2010 - 10:30 am

    salam kenal juga kang, hehe, udah balik ini manteb banget mahameru

  3. #3 by guemonologue on Agustus 6, 2010 - 12:55 pm

    huwaaaaaaaaaaaaaaa mesti teman yang ngetag foto itu saya hauhahahahahahha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: