Memulai Sebuah Jualan


Memulai sesuatu itu mudah. Mempertahankan minat pada sesuatu? Buat saya jujur itu susah. Susah banget!

Dulu waktu bikin jaket fistek ‘09, asal muasalnya hanyalah karena tidak bisa tidur di pagi hari. Lalu iseng desain-desain-desain cuma pakai corel draw. Lalu iseng upload di Facebook, lalu tag teman-teman, lalu maka ternyata jadilah banyak yang pesan. Sebenarnya ide tentang jaket itu sudah saya rintis agak lama sebelumnya sama si Munir, tapi ketika serius didiskusikan tidak menjadikan suatu kemajuan yang berarti. Yang ada kebanyakan malah diskusi tentang lomba desain jaket fakultas teknik (dan juara cuma sampai 3 dan sementara kita urutan ke 4, bajigur banget!).

Lalu ya begitu, saya jualan jaket dengan Munir (yang entah bagaimana kok malah jaket itu didaulat jadi jaket angkatan, yasudahlah saya toh juga senang). Pertama-tama saat survey mungkin masih semangat, saat pilih-pilih kain, tanya harga, dan sebagainya. Tapi saat selanjutnya, malah jadi pusing sendiri. Seperti saat harus promosi tingkat lanjut (diiringi rasa malu karena sayanya yang nggak terlalu PD), menentukan tanggal naik cetak, transaksi (yang begonya nomer HP si pemesan malah tidak saya catat), orderan jaket yang lewat dari jadwal, pembayaran yang macet, protes teman-teman yang minta mana jaketnya, dan sebagainya sampai saya harus cari hutang buat ngelunasin jaket biar bisa diambil cepat. Benar-benar capek, dan yang bikin sedih adalah karena beberapa teman yang sudah pesan ternyata melarikan diri tanpa tanggung jawab buat ngelunasin jaketnya (dan ini membuat saya hanya mendapat untung sedikit sekali, duhh…).

Dulu juga pernah waktu SMA. Waktu bikin jaket KHR. Parahnya, disitu saya tidak mengambil laba sama sekali. Bayangkan betapa capek dan sakit hatinya bagaimana. Ikhlas sih, cumaa…. wajar dong kalau ngeluh.

Seharusnya saya senang bisa punya pengalaman macam itu, tapi kadang-kadang ketika jualan-jualan macam itu, kadang saya merasa “kok aku terus ya yang susah? ini sayanya yang memang kere dan malas, atau bagaimana?”. Tapi ya itulah usaha. Katanya. Selalu ada masa jenuh ketika kita melakukan sesuatu. Seperti ketika menanam pohon, kadang pasti ada suatu saat ketika kamu malas buat menyiram walaupun akan berbuah enak nantinya.

Hup!

Yang perlu dilakukan adalah meyakinkan diri bahwa buah itu nanti segar rasanya. Manis bulat merah cerah ceria. Dan menyenangkan banyak orang. Dan menyenangkan diri sendiri.

Hmm..

Nerusin lah yang jual kaos~

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: