Apel Hijau


Ini adalah tulisan yang terpaksa dibuat demi membungkam omongan waton saya tadi waktu chatting. Hehe.

Saya lupa bagaimana awalnya, tapi saya rasa ini berkaitan dengan ketika saya dan dia-yang-(sepertinya)-tidak-mau-disebut-namanya-disini membentuk sebuah negara ketika nyampah di wallpost Nura di facebook. Negara yang kalau ngga salah dibentuk karena ingin merdeka dari banyaknya tugas kuliah di negeri sebelah tempat kampus kita berada (Indonesia) dan untuk apa lagi nggak tahu, lupa. Dia si presiden, saya si menteri luar negerinya. Penduduk resminya cuma 2 orang ini. Lupa dulu Nura daftar jadi penduduk juga atau ngga. Luasnya banget. Karena wilayahnya berada di dunia maya, jadi suka-suka mau batasnya sampai dimana. Tapi toh ruang rapat kita hanya ada di YM atau chat via facebook. Yang karena itu, seiring waktu jadi entah bagaimana jabatan presiden-menteri ini menguap entah bagaimana, dan ganti dengan Teman Dunia Maya.

Sebenarnya gak gitu maya-maya amat. Minimal kita satu SMA dulu. Tapi ngga gitu gini-gini amat juga dulu. Orang yang saya kira perfect luar dalam ternyata malah banyak punya pikiran rame dan asik. Thanks’s for facebook yang membikin kita bertemu dan bisa mendirikan sebuah negara, menjadikan saya dapat teman untuk ngobrol nggak penting berjam-jam. Membahasakan galau. Kuliah, tugas, laporan, UKM, kerjaan, agama, parampaa, video-video youtube, SM*SH, dan beberapa problematika ababil masa kini yang macam-macam dari yang nggak penting sampai sangat-sangat nggak penting banget. Kontemplasi-kontemplasi absurd. Simpel saja. Karena teman dunia maya, maka nggak ada hubungannya dengan dunia nyata. Karena itulah segalanya mengalir dengan santai. Tanpa macam-macam.

Tapi udahlah segitu saja deskripsi-deskripsinya biar ge-er nya nggak banget. Hehe.

gambar yg cuma ngambil dari facebook

Sebuah obrolan:

“Seandainya ada cewek yang bisa gini ya, hubungan kita emg terikat tapi kita bisa aja deket sama orang lain, bahkan kalau terpaksa pacaran, tapi kita terikat untuk satu hal, pada umur sekian kita menikah. Itu karena pacaran kebanyakan ini-itu. Dan kemungkinan untuk berakhir putus sangat tinggi”, kata saya.

“Setuju”, katanya.

Hahaha semangkean. Semoga cepat dapat jodoh mbak presiden! :P

 

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: