Masalah Nilai


Keluhan mengenai masalah nilai dan kegalauan akademis.

Jurusan saya sedang dilanda duka. Keoptimisan memiliki IP yang bagus untuk semester ini (setidaknya untuk saya sendiri, dibandingkan semester kemarin dimana IP 2,5 kebawah itu menjadi hal yang biasa, saya pernah posting juga di sini) dihajar begitu saja oleh beberapa makul yang kemudian membuat mahasiswanya mendapatkan nilai yang amburadul. Sebenarnya hanya 2 makul menjadi bahasan pembicaraan, setidaknya sampai tulisan ini dibikin dan semoga makul yang lain lalu tidak mengikuti. Itu adalah fisika modern yang hanya 1 orang mendapat B, 11 orang mendapat C, dan sisanya mendapat D dan E. Tidak ada A. Lalu juga ada mekanika fluida dimana kebanyakan nilai yang  keluar adalah E (termasuk saya juga). Yang paling mengenaskan adalah ketika hal ini kemudian lalu menjadi sebuah maklum oleh para mahasiswa, “yaudahlah, toh dosennya Pak F dan Pak K, wajar kalau dapat nilai segitu”. Apa memang kita mahasiswa jurusan saya angkatan 2009 segoblok itu? Sampai-sampai nilai D dan E kemudian menjadi mayoritas?

Saya rasa, dan ini juga saya rasakan di semester lalu juga, ketika nilai D dan E sudah menjadi sebuah mayoritas, mahasiswa bukan lagi tersangka utama, meskipun juga bukan tidak bisa tidak disalahkan juga. Tetapi apakah memang tidak apa-apa untuk menjadikan sebuah kemakluman ketika mahasiswa terus menerus mendapat nilai jelek untuk mata kuliah yang diampu oleh beberapa dosen tertentu? Saya rasa sih tidak. Dosen juga bisa patut kita pertanyakan, apakah sistem belajarnya yang salah, atau sistem penilaiannya, atau yang lain. Mungkin memang 2 makul tersebut susah, tetapi apakah memang sesusah itu?

Nilai memang bukan segalanya, tetapi segalanya butuh nilai. Itu masalahnya. Lalu apa gunanya kami masuk kuliah, mengerjakan tugas, dan belajar keras untuk UAS? Sementara hasilnya sama saja dengan tidur satu semester dan kemudian mengambil remedial pada akhir tahun, lebih menghemat tenaga. Apakah memang harus menjadi Abed untuk mendapatkan nilai yang baik? Sementara mahasiswa bukan makhluk yang bisa diseragamkan begitu saja.

Terimakasih. Cukup mengeluhnya, karena sama saja, saya juga cuma tidur saja waktu kuliah fismod. Haha. Selamat datang kembali kegalauan akademis. Semoga tidak lalu menjadi berlebihan.

Iklan
  1. #1 by juned on Februari 13, 2011 - 1:59 am

    Sisi lain ketika kita mengatakan nilai itu tergantung pada dosen ternyata tak hanya pada dosen tersbut murah hati atau tinggi hati. Tapi pada cara mengajarnya juga. Senang bisa menemukan point tersebut di tulisanmu

  2. #2 by SatRia Nobi on Agustus 16, 2013 - 7:45 pm

    itu versi mahasiswa. coba dech crosss cek aturan main kuliahnya! salah kita atw salah kita menilai. Guru itu orang2 terpilih, muridny pst untuk dipilih. ayw aye sob,, ad2 sj loe nulis. Ane jg pernah kuliah, tp bukan masalah nilai kuliah tp duit bayaran kuliah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: