Ingin


Ingin yang terus menjadi ingin. Tak akan pernah menjadi puas karena memang selalu ada ingin yang baru setelah puas yang segera memudar. Nyatanya, manusia adalah dia yang tak akan pernah bisa memiliki alasan pasti kenapa dia harus hidup. Kita lahir setelah percampuran nafsu dan kegiatan senang-senang dari dua orang manusia yang akan memiliki tanggung jawab perbuatannya nantinya, yaitu kita. Setelah sebelumnya dua orang manusia sebelum mereka juga sama begitu. Dan seterusnya.

Semudah itukah untuk mengerti bagaimana tangan bisa bergerak, jemari bisa memegang, kaki dapat melangkah dan meloncat. Menghirup udara. Merasakan hidup. Bertemu dengan banyak orang. Denganmu. Mengalami berbagai peristiwa yang oleh manusia akan selalu dirasa indah dan bermakna. Menganggap sesuatu menjadi berarti. Menggunakan metafora dan majas yang menggantikan arti kata yang sesungguhnya sehingga terdengar berlebihan dalam sebuah cerita. Melihat mata-mata yang berbicara dalam berbagai macam bahasa dan warna. Menyentuh hingga menjadi hangat. Membayangkan untuk berbuat lebih dan menghasilkan manusia yang baru.

Apakah memang ini semua pantas kita miliki? Karena setelah ini lalu apa? Saya rasa saya menjadi aneh ketika menganggap ini menjadi normal. Apakah sebelumnya Adam menyangka bahwa hidup akan mengarah seperti kondisi sekarang ini? Ketika nyata adalah sebuah apel yang tertimbun di dalam kuburan yang dalam. Menjadi semakin dalam seiring dengan waktu yang terus mengalir dalam tanah yang akan terus mengubur perlahan menjadi bukit. Menjadi semakin hancur. Dilahap para nafsu yang menyamar menjadi belatung. Sedikit-sedikit berproses sampai mencapai kejayaan yang nyata.

Mungkin memang begitu. Selalu ada ingin setelah ingin. Tak akan pernah puas karena tak puas selalu mendominasi. Dan seterusnya sampai tak terhingga. Sampai akhir datang dan menuju abadi. Apakah kita akan bosan nantinya? Menjadi sebuah keabadian yang kekal. Akan selalu menjadi sebuah ingin belaka yang tak akan berakhir.

PUSING!!

10:06PM, diiringi melancholich bitch ft selir – dystopia

ingin yang terus menjadi ingin, diambil dari kata2 dalam buku 1 perempuan 14 lelaki, dalam cerpen berjudul matahari di klab malam – djenar maesa ayu & arya yudhistira syuman (mohon maaf kalau salah judul cerpen, saya ragu antara ini atau yg dengan sudjiwo tedjo, lupa)

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: