Lelap


Kita memang tidak pernah tahu kapan giliran kita berakhir. Sungguh, meskipun status jejaring sosial kita benar-benar sedang ceria atau bergalau-ria sekarang, siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada kita beberapa saat lagi? Kita benar-benar tidak akan pernah tahu.

Apa yang lebih dekat dari kita, selain kematian itu sendiri? Dan apa yang lebih jauh dari kita, selain waktu yang baru saja berlalu?

 

sebuah tulisan untuk seniman besar, Pak AGS Arya Dipayana, dan adik kelas saya di SMADA angkatan 2011, Ervita Hayuningtyas. Selamat jalan duluan. Semoga tenang dalam perjalanan selanjutnya. Amin..

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: