Spektrum


“Ngapain sih kucing itu tuh? Hidup kok cuma lari-lari kesana-sini cari makan, kawin, punya anak, terus mati”

Itu ungkapan siapa lupa di Bul waktu lagi main-mainin si Damar, kucing yang entah kenapa betah nongkrong disana. Mungkin karena ada Mbak Jajan dan anak-anak lain penghuni B-21 selain Didi dan Tiwi, yang sama-sama kasihan terus suka kasih makan, jadi betah. Tapi berasa jadi semacam pengemis saja itu si Damar, tiap hari ngeong-ngeong minta makan, sampai kadang-kadang jadi tidak lucu lagi. Jadi berisik.

Iyae, kadang-kadang suka bingung. Nggak jelas ya hewan itu kalau hidup? Datar dan berasa tanpa masalah. Mungkin yang membedakan kita yang manusia ini dengan hewan adalah tujuan hidupnya. Manusia ditakdirkan punya akal dan pikiran, makanya suka mikir yang aneh-aneh, lalu timbul masalah yang aneh-aneh pula.

Galau?

Lihat sisi baiknya saja. Dunia ini luas. Seperti spektrum cahaya, bukan cuma mejikuhibiniu saja. Karena spektrum tidak cuma terbatas di 550-720nm.

Keluar! Jangan stagnan.

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: